Surabaya, wartapoint – Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya menghadirkan suasana berbeda, Selasa (21/7/2026). Alih-alih langsung belajar di balik meja kelas, peserta didik baru justru memulai pengalaman belajarnya di sebuah kolam berisi ikan.
Kolam sederhana yang dipenuhi air dan ikan itu disulap menjadi ruang belajar pertama bagi siswa kelas I. Sejak pukul 08.00 WIB, setelah mengikuti opening class, mereka bergantian memasuki kolam dengan wajah penuh rasa penasaran. Gelak tawa dan sorak semangat terdengar ketika satu per satu berhasil menangkap ikan.
Bagi Sekolah Kreatif Baratajaya, aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan untuk menyambut siswa baru. Kegiatan itu dirancang sebagai pengalaman belajar yang menggabungkan unsur motorik, konsentrasi, keberanian, hingga adaptasi terhadap lingkungan sekolah.
Guru Kelas I, Ira Pratiwi, S.Kom.I., S.Pd, menjelaskan bahwa menangkap ikan telah menjadi tradisi dalam pelaksanaan MPLS.
“Kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya bukan hanya membuat anak-anak senang, tetapi juga melatih konsentrasi dan melihat perkembangan kemampuan motorik mereka sejak hari pertama berada di sekolah,” ujarnya.
Menurut Ira, pengalaman belajar di luar ruang kelas membantu anak lebih cepat merasa nyaman sehingga proses transisi dari rumah menuju lingkungan sekolah berlangsung secara alami.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Student Lighthouse Team (SLhT) atau IPM Kids sebagai pendamping. Mereka mempersiapkan kolam, mengatur perlengkapan, hingga mendampingi siswa baru selama kegiatan berlangsung.
Kepala Urusan Kurikulum, Fahmi Muqoddas, S.Pd, mengatakan keterlibatan siswa kelas atas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MPLS.
“Persiapan dilakukan bersama SLhT atau IPM Kids. Mereka menata kolam, mengisi air, memastikan semuanya siap, lalu mendampingi adik-adiknya saat menangkap ikan. Ini menjadi pengalaman belajar bagi semua pihak,” katanya.
Fahmi menilai kehadiran kakak pendamping membuat siswa baru lebih percaya diri saat mengikuti kegiatan.
“Anak-anak kelas satu merasa lebih nyaman karena didampingi kakak-kakaknya. Di sisi lain, siswa SLhT belajar bertanggung jawab dan melayani,” tambahnya.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd, mengatakan sekolah sengaja menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan dunia anak.
“Hari-hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ketika anak merasa bahagia, mereka akan lebih mudah beradaptasi dan siap mengikuti proses pembelajaran berikutnya. Karena itu kami menghadirkan kegiatan yang memberi pengalaman nyata sekaligus membangun karakter,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, anggota SLhT menjalankan tugas sesuai perannya. Azidni Ghani Pratama dari kelas VI Ahmad Dahlan membantu siswa berganti pakaian dan memastikan barang bawaan mereka tidak tertinggal. Violina Sakhiyya dari kelas VI Ahmad Dahlan mendampingi siswa di sekitar kolam, sedangkan Fairuz Aban Gustaman dari kelas VI Fatmawati bersama Annaila Dzakira Tsabitah dari kelas V Al Kindi membantu mengemas ikan hasil tangkapan ke dalam kantong plastik.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Kreatif Baratajaya menunjukkan bahwa ruang belajar tidak selalu berada di dalam kelas. Sebuah kolam ikan pun dapat menjadi media pembelajaran pertama yang menghadirkan kegembiraan, membangun keberanian, sekaligus mengawali proses pendidikan dengan pengalaman yang berkesan bagi peserta didik baru.
(Ahmad Mahmudi)






