Mojokerto, wartapoint — Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto (Spemusa) resmi berakhir pada Senin (20/7/2026). Sebanyak 147 murid baru dipastikan siap memulai perjalanan akademik mereka usai mengikuti seluruh agenda pengenalan dan pembentukan karakter dengan penuh khidmat dan antusias.
Selama satu pekan pelaksanaan, para peserta didik baru dibekali beragam materi strategis yang dirancang untuk membentuk pribadi yang disiplin, berintegritas, serta berkarakter. Tidak hanya fokus pada penyesuaian lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menekankan penguatan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan ramah anak.
Menerapkan Islamic Student Enlightenment Blueprint
Sebagai puncak kegiatan, para murid menerima pembekalan khusus dari Ustadz Firdaus melalui materi bertajuk “Islamic Student Enlightenment Blueprint”. Konsep pembinaan ini dihadirkan untuk membimbing para peserta didik agar memiliki visi hidup sebagai pelajar Muslim yang unggul, berakhlak mulia, berprestasi, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Ustadz Firdaus menekankan pentingnya keseimbangan antara keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial di tengah era transformasi digital.
“Kunci hidup di era digital bagi pelajar Muhammadiyah adalah keseimbangan antara keimanan, ilmu, akhlak, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijaksana,” tegas Ustadz Firdaus.
Melalui materi tersebut, para murid diajak untuk membiasakan pola hidup positif, mulai dari disiplin beribadah, gemar belajar, menghormati guru dan orang tua, aktif berorganisasi, hingga menumbuhkan semangat memberi manfaat bagi sesama.
Langkah Awal Membentuk Generasi Penerus
Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto, Nur Furqon Nashrulloh, Lc., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, jajaran guru, orang tua, serta 147 murid baru yang telah mengikuti rangkaian MPLS dengan tertib.
Nur Furqon menegaskan bahwa MPLS merupakan fondasi awal dalam proses pembentukan karakter peserta didik di lingkungan Spemusa.
“MPLS adalah langkah awal dalam membentuk karakter peserta didik. Kami berharap seluruh murid baru mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari, menjadi pelajar yang beriman, berakhlak mulia, berprestasi, serta menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah,” ungkap Nur Furqon.
Penutupan dan Refleksi Rangkaian Acara
Rangkaian acara MPLS ditutup dengan sesi refleksi bersama, penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan siswa baru, serta penganugerahan penghargaan bagi kelompok terbaik selama kegiatan berlangsung. Suasana haru dan syukur mewarnai pembacaan doa bersama yang menandai berakhirnya seluruh prosesi.
Dengan tuntasnya kegiatan ini, 147 murid tersebut secara resmi telah menyandang status sebagai bagian dari keluarga besar Spemusa. Diharapkan, pedoman Islamic Student Enlightenment Blueprint yang telah dipelajari dapat menjadi pijakan utama bagi para siswa dalam belajar, beribadah, dan berkarya menuju masa depan yang cemerlang.
(Jefry Anggriawan/yupan)






