Sambut Hari Anak Nasional, Guru SD Muhammadiyah 2 Surabaya Dibekali Pelatihan Pembelajaran Digital Bebas Perundungan

Must read

Surabaya, wartapoint – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada Kamis (23/7/2026), SD Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar pelatihan khusus bagi para tenaga pendidik. Berlokasi di Ruang Aligarh SD Muhammadiyah 2 Surabaya, kegiatan ini berfokus pada pengembangan rancangan pembelajaran integratif berbasis media digital.

​Program ini merupakan bagian dari pengabdian dan pemberdayaan berbasis masyarakat yang diusung oleh tim dosen Fakultas Pendidikan Komunikasi dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

​Mengangkat tajuk “Melalui Media Digital Berbasis Alternate Universe (AU) Folklore untuk Edukasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seksual”, pelatihan ini diampu langsung oleh tiga dosen UMSURA, yakni Lilik Binti Mirnawati, Sri Lestari, dan Holy Ichda Wahyuni.

​Inovasi Pembelajaran Digital dan Isu Keamanan Anak

​Pelatihan ini ditujukan untuk membekali para guru agar mampu memanfaatkan media digital kekinian—seperti cerita rekaan berbasis Alternate Universe (AU) yang dipadukan dengan cerita rakyat (folklore)—sebagai media edukasi pencegahan perundungan (bullying) serta kekerasan seksual sejak dini.

​Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif akademisi UMSURA tersebut. Pihaknya berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

​”Kami sangat bersyukur dan berbahagia mendapatkan ilmu berharga dari para dosen UMSURA. Semoga silaturahim dan kolaborasi ini tidak berakhir di sini, melainkan terus berlanjut demi kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

​Menyelaraskan Teknologi dengan Semangat HAN 2026

​Mengaitkan momentum kegiatan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, yaitu “Semua Setara Riang Bersama”, Zaki menekankan pentingnya peran pendidik dalam memandu anak di era digital. Menurutnya, pemanfaatan gawai pada anak tidak harus dilarang secara mutlak, melainkan perlu diarahkan dan dibatasi secara bijak.

​Langkah tersebut dinilai penting agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk berinteraksi secara nyata di dunia fisik, sembari memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang aman dan menyenangkan.

​”Kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional: memastikan setiap anak tumbuh, belajar, dan bermain dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif,” tutur Zaki.

“Kita tidak melarang anak berkenalan dengan dunia digital, namun kita arahkan agar teknologi menjadi sarana yang melindungi mereka dari bahaya bullying dan kekerasan, serta menjadi ruang belajar yang penuh sukacita bagi semua,” tambahnya.

​Melalui pelatihan integratif ini, SD Muhammadiyah 2 Surabaya menegaskan komitmennya untuk menyajikan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Sekolah berharap nilai-nilai perlindungan anak dan kesejahteraan peserta didik dapat terus terjaga selaras dengan prinsip pendidikan nasional dan nilai-nilai keislaman. (Indira/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article