Pelayanan Hangat Guru SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tuai Apresiasi Wali Murid pada Penutupan MPLS

Must read

Surabaya, wartapoint – Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Jumat (24/7/2026), tidak hanya menjadi momen perpisahan dengan rangkaian kegiatan pengenalan sekolah. Di balik acara tersebut, tersimpan kesan mendalam dari para orang tua yang merasakan langsung pelayanan dan budaya sekolah yang ramah sejak hari pertama anak mereka belajar.

Salah satu testimoni datang dari Rizky Prahsetyorini, orang tua Hiroshi Prahsetyo Kurniawan, siswa Kelas I Kelinci. Di hadapan guru, siswa, dan wali murid, ia mengaku terkejut melihat putranya mampu beradaptasi dalam waktu singkat.
“Jujur saya sangat terkesan dengan pelayanan dan keramahan guru-guru serta seluruh karyawan sekolah ini,” ungkap Rizky.

Ia menceritakan, pada hari pertama MPLS dirinya masih mendampingi Hiro hingga depan kelas karena khawatir sang anak belum siap ditinggal.
“Hari pertama saya mengantar anak saya sampai di depan kelas. Hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya saya justru terkejut karena Hiro sudah tidak mencari saya lagi,” katanya.

Menurutnya, perubahan itu bukan terjadi begitu saja, melainkan karena pendekatan hangat yang dilakukan para guru selama mendampingi peserta didik baru.
“Ternyata anak saya merasa sangat nyaman sekolah di sini. Terima kasih kepada ustaz dan ustazah yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada kami sebagai wali murid,” ujarnya.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd, mengatakan bahwa keberhasilan MPLS tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian kegiatan, tetapi juga dari tumbuhnya rasa nyaman dan percaya diri pada diri peserta didik.
“Selamat kepada seluruh siswa kelas satu yang telah mengikuti MPLS. Semoga pengalaman selama sepekan ini menjadi awal yang menyenangkan untuk belajar di sekolah,” ujar Ely.

Ia kemudian mengajak siswa mengingat kembali pengalaman mereka selama mengikuti MPLS.
“Senang tidak ikut MPLS?” tanyanya.
“Senang!” jawab seluruh siswa serempak disambut tepuk tangan para orang tua.

Dalam kesempatan itu, Ely juga memberikan penghargaan kepada pengurus IPM KIDS atau Student Lighthouse Team (SLhT) yang terlibat sebagai panitia pendamping selama MPLS.
“Terima kasih kepada kakak-kakak IPM KIDS yang telah melayani dan mendampingi adik-adik kelas satu selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Ia mengajak seluruh peserta memberikan apresiasi kepada para siswa pemimpin tersebut.
“Ayo kita ucapkan terima kasih kepada kakak-kakak IPM KIDS.”
Seluruh siswa kemudian mengikuti ajakan itu dengan kompak.
“Thank you very much, Kakak-kakak IPM KIDS.”

Ely juga menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan budaya yang terus dibangun di Sekolah Kreatif Baratajaya.
“Setiap anak di sekolah ini adalah pemimpin,” tegasnya.
Ia lalu memandu yel-yel yang menjadi identitas sekolah.
“Siapa kita?”
“I Am Leader!” jawab seluruh siswa dengan penuh semangat dipandu pengurus IPM KIDS.

Sebagai penutup, Ketua IPM KIDS Noura Malia memimpin Deklarasi Student Lighthouse Team yang diikuti seluruh pengurus. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen siswa untuk terus menumbuhkan budaya melayani, memberi teladan, dan memimpin dengan karakter.

Penutupan MPLS tahun ini menunjukkan bahwa keberhasilan mengenalkan lingkungan sekolah tidak hanya ditentukan oleh rangkaian kegiatan yang menarik, tetapi juga oleh hubungan hangat antara guru, siswa, dan orang tua. Kepercayaan yang tumbuh sejak hari pertama menjadi bekal penting bagi siswa untuk menjalani proses belajar dengan rasa aman, nyaman, dan penuh percaya diri.
(Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article