
Malang, wartapoint – Lembaga Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur menggelar Uji Kompetensi Amil Bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Batch I Tahun 2026.
Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan seluruh pengelola zakat (amil) memiliki standar kompetensi yang terukur, akuntabel, serta diakui secara nasional.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dipusatkan di UPT PTKS Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kota Malang. Dalam pelaksanaannya, Lazismu Jatim menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PP Muhammadiyah yang telah mengantongi lisensi resmi dari BNSP.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, menyatakan bahwa sertifikasi kompetensi amil kini menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
”Uji kompetensi ini memperkuat kualifikasi para amil agar semakin profesional, memiliki standar kerja yang jelas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Profesionalisme amil adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Program Berkelanjutan untuk Amil se-Indonesia
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jatim, M. Masrukh, menambahkan bahwa sertifikasi ini merupakan batch pertama di Jawa Timur dan dirancang menjadi program berkelanjutan. Keberadaan LSP PP Muhammadiyah berlisensi BNSP diharapkan mampu menjangkau lebih banyak amil Muhammadiyah di berbagai daerah.
”Ini adalah batch pertama dan ke depan akan dilaksanakan secara periodik. Harapannya, kualitas layanan dan tata kelola lembaga zakat semakin meningkat sesuai standar nasional,” jelas Masrukh.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Lazismu Jatim sekaligus Tim Pelaksana, Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa uji kompetensi kali ini berfokus pada dua skema utama, yaitu Skema Penghimpunan ZISKA (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya) serta Skema Pendistribusian ZISKA.
Uniknya, dari total 43 peserta yang hadir, pelatihan tidak hanya diikuti oleh perwakilan Lazismu se-Jawa Timur. Sejumlah utusan dari luar daerah pun turut ambil bagian, di antaranya:
- KLL ‘Aisyiyah Banggai: 2 orang
- Lazismu Banjarbaru: 4 orang
- Lazismu Kota Bima (NTB): 3 orang
- Lazismu Kalimantan Selatan: 1 orang
- Lazismu Hulu Sungai Selatan: 1 orang
”Kami ingin memastikan amil tak hanya punya semangat melayani, tetapi juga dibekali kompetensi terukur yang diakui negara,” tegas Zaenal.
Pembekalan Akademisi hingga Asesmen Portofolio
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan penyegaran (refreshing) materi. Untuk memperdalam pemahaman substansi penghimpunan dan pendayagunaan ZISKA, Lazismu menghadirkan tiga akademisi Muhammadiyah sebagai narasumber, yakni:
- Dr. Dian Berkah (Universitas Muhammadiyah Surabaya)
- Dr. Anwar Hariyono (Universitas Muhammadiyah Gresik)
- Dr. Kumara Aji (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
Pada hari kedua, para peserta menjalani asesmen ketat oleh tim asesor resmi LSP PP Muhammadiyah. Ujian meliputi verifikasi portofolio hingga wawancara kompetensi langsung.
Sertifikasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) pengelola zakat. Dengan amil yang kompeten, Lazismu Jawa Timur optimistis dapat menghadirkan pelayanan filantropi Islam yang transparan, berintegritas, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Ddt)





