Surabaya, wartapoint – Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., menghadiri agenda “Motivasi Orang Tua & Kickoff Sang Inovator Progress Apps” di Hall Inacer Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
Biyanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terobosan digital yang diluncurkan oleh SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Ia menyebut inovasi ini sebagai langkah nyata sekolah dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
”Pertama, saya menyambut dengan sangat antusias inovasi dari SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Meskipun sekolah ini relatif kecil, namun memiliki terobosan yang sangat hebat,” ujarnya, Ahad (26/7/2026).
Ia menegaskan bahwa kehadiran aplikasi Sang Inovator Progress Apps (APPS) menjadi jembatan krusial untuk mempererat komunikasi antara pihak sekolah dan para wali murid. Menurutnya, keberhasilan pendidikan seorang anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah semata.
”Mudah-mudahan aplikasi APPS yang digagas oleh SD Muhammadiyah 7 Surabaya ini menjadi media untuk mendekatkan sekolah dan orang tua. Karena untuk suksesnya pendidikan anak-anak, sekolah tidak bisa berjalan sendirian. Harus ada mitra yang sangat strategis, dan orang tua adalah mitra terbaik bagi sekolah agar anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang hebat,” jelasnya.
Pesan dan Harapan Masa Depan
Lebih lanjut, Biyanto juga menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan dan perkembangan SD Muhammadiyah 7 Surabaya ke depan. Ia berharap inovasi-inovasi seperti ini dapat terus mendorong kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap sekolah.
”Ke depan, tentu harapan saya sekolah ini terus tumbuh dan berkembang menjadi sekolah yang semakin dipercaya oleh masyarakat. Mudah-mudahan ke depan juga bisa memperluas fisiknya/bangunannya, sehingga dapat menampung lebih banyak anak dengan berbagai kebutuhan,” ungkapnya.
Biyanto juga menekankan pentingnya pembuktian dari setiap inovasi yang dihadirkan oleh lembaga pendidikan.
”Muridnya harus semakin banyak, karena inovasi-inovasi yang dilakukan memang harus dibuktikan berdampak nyata pada tingkat kepercayaan masyarakat. Indikator utama untuk melihat apakah kepercayaan masyarakat itu ada atau tidak, kuncinya adalah melihat seberapa banyak anak-anak yang mendaftar di sekolah ini,” pungkasnya. (yupan)






