Gelar Pembinaan di Batu, PCM Tandes Perkuat Kapasitas Guru dan Karyawan Perguruan Muhammadiyah

Must read

Surabaya, wartapoint – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tandes menggelar pembinaan bagi guru dan karyawan Perguruan Muhammadiyah se Cabang Tandes Kota Surabaya di Batu Paradise Resort & Hotel, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh SD Muhammadiyah 14, MI Muhammadiyah 23, dan SMP Muhammadiyah 14 Surabaya.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Ketua PCM Cabang Tandes, Mashudi AK, S. Pd. Serta hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Kota Surabaya Dr. H. M. Ridlwan, M. Pd. Pembinaan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas sekaligus komitmen para pendidik, tenaga kependidikan, dan karyawan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah se Cabang Tandes.

Ketua Pimpinan Cabang Tandes menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai peningkatan kualitas guru dan karyawan sesuai dengan tema “Menyatukan Langkah Mewujudkan Kader Muhammadiyah Berkemajuan”.

Dalam arahannya, M. Ridlwan menyampaikan sejumlah poin penting pembinaan bagi guru dan karyawan Muhammadiyah. Pertama, penguatan ideologi dan komitmen kemuhammadiyahan menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

“Guru adalah kader Muhammadiyah yang harus meyakini akan adanya keberkahan dan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Seperti firman Allah dalam QS. Al Mujadilah ayat 58,” ujarnya.

Kedua, mengapa Muhammadiyah memilih pendidikan? Muhammadiyah mendirikan sekolah untuk membentuk manusia. Sebab, sekolah adalah tempat membangun akidah, ilmu, akhlak, kepemimpinan, dan peradaban.

Ketiga, peningkatan kompetensi profesional dan digital juga menjadi perhatian utama. Para guru didorong untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan karakter.

Keempat, guru Muhammadiyah berbeda. Guru bukan hanya megajar matematika, tetapi mendidik calon pemimpin muslim masa depan. Guru bukan hanya mengajar bahasa Inggris, tetapi menyiapkan siswa menjadi muslim global. Guru bukan hanya mengajar di taman kanak-kanak, tetapi menanamkan iman sebelum anak-anak belajar membaca.

Kelima, guru adalah kader. Apa bedanya guru biasa dengan kader? Tugas guru bekerja, mencari nafkah, selesai saat jam pulang, serta mengajar mata pelajaran. Tugas kader adalah berdakwah, mencari ridha Allah, tetap mejadi teladan, serta membentuk kehidupan.

Keenam, untuk memperkuat spirit dakwah dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. “Menjadi guru Muhammadiyah berarti menjadi bagian dari misi kenabian: mencerahkan, memajukan, dan menebarkan manfaat,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan ini berlangsung khidmat dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Muhammadiyah se Cabang Tandes, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkemajuan. (Siskha/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article