Saat Kepercayaan Masyarakat Melampaui Kapasitas, MIMDATU Memilih Bertumbuh

Must read

Surabaya, wartapoint – Lonjakan kepercayaan masyarakat terhadap MI Muhammadiyah 27 Surabaya menjadi perhatian utama dalam Rapat Kerja Khusus Bersama (Rakersus) yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PCM Rungkut bersama MI Muhammadiyah 27 Surabaya di Southern Hotel Surabaya, Sabtu (1/8/2026).

Mengusung tema “Akselerasi Pengembangan MI Muhammadiyah 27 Surabaya Menuju Madrasah Unggul Nasional”, forum strategis ini tidak hanya menjadi ajang menyusun arah pengembangan madrasah, tetapi juga merumuskan langkah konkret untuk menjaga kepercayaan masyarakat yang terus meningkat melalui penguatan mutu layanan, pengembangan sarana prasarana, serta penyusunan blueprint pengembangan, termasuk rencana pembangunan Kampus 2 sebagai bagian dari strategi jangka panjang madrasah.

Lonjakan jumlah peserta didik baru menjadi kabar menggembirakan bagi MI Muhammadiyah 27 Surabaya. Namun di balik pencapaian tersebut, madrasah justru memandangnya sebagai amanah besar yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas layanan dan pengembangan fasilitas pendidikan.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berhasil mencapai 100 persen target rombongan belajar, bahkan MI Muhammadiyah 27 Surabaya meraih penghargaan sebagai madrasah dengan perolehan peserta didik baru terbanyak di Kota Surabaya.

Kepala MI Muhammadiyah 27 Surabaya, Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., mengatakan bahwa keberhasilan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

“Tantangan terbesar kami saat ini bukan hanya meningkatkan jumlah peserta didik, tetapi menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan prestasi akademik, prestasi peserta didik, dan kualitas guru serta tenaga kependidikan,” jelasnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Rungkut, Muhammad Syaikhul Islam, mengungkapkan bahwa tahun ini MI Muhammadiyah 27 Surabaya menerima 113 murid, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata sekitar 84 murid.

Namun peningkatan tersebut menghadirkan tantangan baru berupa keterbatasan ruang belajar.

“PR terbesar kita pada tahun pelajaran 2027/2028 adalah keterbatasan ruang belajar,” ujarnya.

Sebagai solusi, madrasah bersama Majelis Dikdasmen PNF dan PCM Rungkut telah menyiapkan rencana pembangunan MI Muhammadiyah 27 Surabaya Kampus 2 melalui pengembangan lahan baru sebagai bagian dari Vision 2035.

Ketua PCM Rungkut, H. Faisal Haqqi, mengingatkan bahwa seluruh proses pengembangan harus terus dijalankan dalam semangat kebersamaan.

“Jangan pernah takut menghadapi tantangan. Dengan izin Allah SWT, saya yakin setiap rencana akan dimudahkan,” pesannya.

Sementara itu, Majelis Dikdasmen PNF PCM Rungkut Dr. H. Mulyana AZ, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa mempertahankan kepercayaan masyarakat hanya dapat dilakukan apabila sekolah terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Sekolah unggulan itu seperti Starbucks. Orang tidak pernah keberatan membayar lebih selama tempatnya bersih, nyaman, dan pelayanannya prima,” ungkapnya.

Melalui pengembangan Kampus 2, peningkatan kualitas guru, penguatan program unggulan, serta pelayanan yang semakin profesional, MI Muhammadiyah 27 Surabaya berupaya memastikan bahwa kepercayaan masyarakat yang telah tumbuh akan terus terjaga pada tahun-tahun mendatang. [latif]

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article