
Surabaya, wartapoint — SMA Muhammadiyah 4 Surabaya (SMAMIV) terus memperkokoh komitmennya dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia dan berkarakter Qur’ani. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Sosialisasi Program Tahfidz Al-Qur’an bersama para wali murid yang berlangsung di Hall K.H. Mas Mansyur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diselenggarakan untuk menyamakan persepsi, arah, serta pola pembinaan antara pihak sekolah dan orang tua. Langkah ini krusial agar proses pendampingan siswa dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an dapat berjalan selaras, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Standar Pembelajaran Berbasis Metode UMMI
Salah satu terobosan strategis yang diperkenalkan dalam pertemuan ini adalah jalinan kerja sama resmi antara SMA Muhammadiyah 4 Surabaya dengan Lembaga UMMI. Melalui kemitraan ini, sistem pembelajaran Al-Qur’an di SMAMIV akan menerapkan metode UMMI yang telah teruji secara nasional, guna menjamin mutu pembelajaran yang lebih sistematis, terstruktur, dan akuntabel.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustadz Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan anak dalam menghafal Al-Qur’an tidak dapat bertumpu pada sekolah semata, melainkan butuh keterlibatan aktif dari ekosistem keluarga.
“Program Tahfidz merupakan ikhtiar kami membentuk karakter peserta didik yang dekat dengan Al-Qur’an. Kami mengajak seluruh wali murid menjadi mitra terbaik sekolah untuk mendampingi putra-putrinya menjaga hafalan serta membiasakan akhlak Qur’ani di rumah. Dengan hadirnya sinergi bersama Lembaga UMMI, kami optimistis kualitas pembinaan akan semakin terukur dan berkelanjutan,” ujar Ali Fauzi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Urusan (KAUR) ISMUBA, Ustadz M. Muzayyin Mahmud, M.Pd.I., menambahkan bahwa penerapan metode UMMI difokuskan pada penguasaan kualitas bacaan yang tartil dan pemahaman adab, bukan sekadar mengejar kuantitas hafalan.
“Kami ingin pembelajaran Al-Qur’an berlangsung menyenangkan namun tetap disiplin. Siswa diharapkan tidak hanya mencapai target hafalan, tetapi juga membaca dengan tartil, paham adabnya, dan menjadikan Al-Qur’an pedoman hidup,” jelas Muzayyin.
Sinergi Segitiga: Sekolah, Keluarga, dan Lingkungan
Penguatan motivasi juga diberikan oleh KH. Choiruddin, M.Ag. yang hadir menyoroti pentingnya ekosistem pendukung bagi para penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan seorang hafiz lahir dari segitiga sinergi yang kokoh antara bimbingan guru di sekolah, perhatian penuh orang tua di rumah, serta suasana lingkungan yang kondusif.
Inisiatif sekolah ini menyulut apresiasi hangat dari para wali murid yang hadir. Salah satu orang tua siswa kelas XII-2, ibu dari Ananda Fero, mengaku makin mantap menyerahkan proses pembinaan Al-Qur’an putranya kepada pihak sekolah.
“Saya merasa lebih tenang dan yakin. Kerja sama dengan Lembaga UMMI membuktikan bahwa sekolah sangat serius memberikan bimbingan terbaik. Semoga anak-anak semakin termotivasi menjaga hafalannya dan menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.
Melalui konsolidasi ini, SMA Muhammadiyah 4 Surabaya mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga konsisten membentuk pondasi moral siswa. Langkah ini sejalan dengan motto sekolah untuk terus mengubah potensi menjadi prestasi serta mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter dan berkemajuan. (Habibah/yupan)





