Siswa SD Muhammadiyah 2 Surabaya Belajar Matematika di Mall, Praktikkan Konsep Rasio Lewat Lingkungan Nyata

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint— SD Muhammadiyah 2 Surabaya kembali menggelar program unggulan “Kelas di Mall” pada pekan ketiga Tahun Ajaran 2026/2027. Setelah diawali oleh siswa Kelas 5 Gaza, kini giliran Kelas 6 Istanbul yang merasakan pengalaman belajar matematika secara kontekstual di Mall BG Junction, Jalan Bubutan, Surabaya, Kamis (6/8/2026).

​Pada sesi pembelajaran kali ini, para siswa mempelajari materi Matematika tentang Perbandingan atau Rasio. Pembelajaran dilakukan langsung di area lantai satu dekat ruang pembelajaran MBA SPARTANS. Didampingi oleh dua orang guru, para murid dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengamati objek sekitar, mencatat data, dan mendiskusikan konsep secara langsung.

​Melalui pendekatan ini, konsep angka dan perhitungan tidak lagi hanya terpaku pada papan tulis atau buku teks, melainkan ditemukan dan diaplikasikan langsung dari lingkungan nyata agar lebih mudah dipahami.

Berlandaskan 7 Kecakapan Hidup

​Program pembelajaran luar kelas ini dirancang dengan mengacu pada 7 Kecakapan Hidup (Life Skills) yang menjadi fondasi kurikulum sekolah, mencakup:

  • ​Kecakapan Bahasa Inggris
  • ​Kecakapan Mengurus Diri
  • ​Kecakapan Berperan dalam Keluarga
  • ​Kecakapan Pengelolaan Keuangan
  • ​Kecakapan Sosial dan Emosional
  • ​Kecakapan Memecahkan Masalah serta Menavigasi Lingkungan
  • ​Kecakapan Berperan Sebagai Hamba Allah dalam Segala Hal

​Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme para siswa Kelas 6 Istanbul dalam mengikuti kegiatan ini.

​”Kami tidak sekadar memindahkan ruang belajar, melainkan ingin siswa merasakan bahwa ilmu itu ada di mana-mana dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Belajar tidak terbatas empat dinding kelas saja,” ujar Zaki.

​Ia berharap program ini terus berkembang dan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga beradab serta mampu memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan sesama dan wujud ibadah.

Apresiasi dari Orang Tua Siswa

​Langkah inovatif sekolah ini mendapat tanggapan positif dari orang tua murid. Shafrina, perwakilan orang tua dari Ali (siswa Kelas 6 Istanbul), menilai metode pembelajaran ini membuat anak-anak lebih bersemangat karena terhindar dari rasa bosan.

​”Menurut kami, kegiatan pembelajaran berbasis mall membuat murid-murid sangat bersemangat dan antusias karena terasa seperti belajar sambil berpetualang. Harapannya ke depan intensitasnya bisa ditingkatkan, mengingat kita juga harus menyesuaikan dengan perkembangan era digitalisasi,” tutur Shafrina.

​Kegiatan belajar yang berlangsung interaktif dan penuh keingintahuan tersebut diakhiri dengan penarikan kesimpulan bersama oleh para siswa dan guru. Program “Kelas di Mall” ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai model pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan praktis, dan nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan. (Indira/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article