Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak, SD Muhammadiyah 10 Surabaya Kembangkan Ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Tiga jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), yakni Leonard Assha Al-fath (Leo), Elnita Annisa Yuna, dan Tsaaniyah Azza Ghaniyah Thorieq, secara langsung mewawancarai Kepala Sekolah M. Khoirul Anam, M.Pd.I., pada Sabtu (15/7/2026). Wawancara interaktif tersebut membahas hadirnya Ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik yang menjadi wadah pengembangan bakat dan karakter siswa.

​Membentuk Karakter Kritis dan Menyiapkan Media Sekolah

​Dalam kesempatan tersebut, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, M.Pd.I., menjelaskan bahwa tujuan utama dilaksanakannya ekstrakurikuler jurnalistik ini adalah untuk melahirkan Jurnalis Cilik Mumtas yang kritis, cerdas, santun, serta berakhlak mulia.

​”Tujuan hadirnya jurnalis di SD Mumtas, pertama ingin memiliki jurnalis cilik yang kritis dan cerdas. Ke depan, SD Mumtas diharapkan bisa membuat media sendiri, seperti majalah atau saluran televisi sekolah. Semua karya tersebut nantinya berasal dari anak-anak sekalian,” ujarnya.

​Ekstrakurikuler ini juga melatih siswa menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat, mengembangkan kemampuan berbicara (public speaking), wawancara, serta presentasi di depan umum dengan percaya diri.

​Syarat Menjadi Jurnalis Cilik Mumtas

​Menjawab pertanyaan mengenai kriteria bergabung, Khoirul Anam menyampaikan bahwa wadah ini terbuka bagi seluruh siswa yang memiliki semangat belajar dan keberanian berkomunikasi.

​Syarat utama untuk menjadi Jurnalis Cilik Mumtas antara lain:

  • Suka membaca: Rajin membaca buku dan memperhatikan tulisan-tulisan orang lain.
  • Rasa ingin tahu tinggi: Senang mempelajari hal-hal baru di lingkungannya.
  • Berani berkomunikasi: Memiliki keberanian untuk bertanya dan berinteraksi dengan orang lain.

​Sarana Dakwah Mencerahkan dan Meliput Kegiatan Sekolah

​Sebagai target pengembangan, ekstrakurikuler ini menjadi wadah bagi siswa yang berminat pada dunia media, fotografi, dan konten digital. Para jurnalis cilik bertugas meliput berbagai agenda serta prestasi sekolah, lalu menyajikannya dalam bentuk berita maupun konten kreatif.

“Setiap ada kegiatan di sekolah, para jurnalis inilah yang meliput. Menyebarkan kebaikan itu berarti berdakwah, dan pahalanya sangat besar. Selain itu, anak-anak dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta pandai mencari dan memverifikasi informasi,” imbuhnya.

​Harapan Masa Depan: Budaya Literasi dan Generasi Menginspirasi

​Kehadiran Ekstrakurikuler Jurnalistik ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi membaca dan menulis di lingkungan SD Muhammadiyah 10 Surabaya, sekaligus menjadikan media sekolah sebagai sarana belajar dan dakwah yang mencerahkan.

​Mengakhiri sesi wawancara, Khoirul Anam menyampaikan harapan besarnya kepada para jurnalis cilik:

“Harapan kami, kalian bisa terus mengembangkan ilmu di dunia media, menjadi generasi yang cerdas, kritis, memiliki komunikasi yang baik, serta selalu menyebarkan inspirasi dan kebaikan kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (Laporan jurnalis cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article