
Surabaya, wartapoint — Semangat untuk terus belajar, berani mencoba, dan pantang menyerah menyelimuti kegiatan rutin Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior (IPMJ) MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Jumat (4/9/2026). Pembinaan ini dirancang khusus untuk membangun karakter, melatih kepemimpinan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membiasakan siswa bertanggung jawab atas amanah organisasi.
Pembiasaan Salam dan Nilai Karakter
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi Sambut Salam 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Langkah sederhana ini menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan sikap ramah serta saling menghargai di lingkungan madrasah.
Melatih Keberanian Lewat Muhadhoroh 4 Bahasa
Agenda dilanjutkan dengan kegiatan Muhadhoroh dan Rapat Evaluasi. Muhadhoroh menjadi panggung latihan bagi kader untuk berani tampil di depan umum sekaligus menyampaikan pesan kebaikan. Uniknya, para petugas yang tampil membawakan materi dalam empat bahasa berbeda dan di-rolling setiap bulan agar seluruh kader mendapat kesempatan yang sama.
Petugas Muhadhoroh pekan ini meliputi:
- MC: Qonita Khansa
- Ceramah B. Indonesia: Ahmad Alfachri (Materi: Bahaya Game Judi Online bagi Generasi Muda)
- Ceramah B. Arab: Alya Qalesya (Materi: Akhlakul Karimah)
- Ceramah B. Inggris: Nabihan Adeeva (Materi: The Importance of Seeking Knowledge)
- Ceramah B. Jawa: Hisyam Jamil (Materi: Trisno Marang Rasulullah)
- Qiroah & Sari Tilawah: Almqvira dan Verrel (Surah Al-Isra’ ayat 1–7)
- Dirigen (Indonesia Raya & Mars IPMJ): Kaneohe Qotrunnada
Penguatan Spiritual dan Development of Character
Selain Muhadhoroh, kader IPMJ menjalankan agenda rutin Al-Kahfi Time setiap hari Jumat untuk mempererat kedekatan dengan Al-Qur’an. Seluruh rangkaian ini terbingkai dalam program Development of Character, yang berfokus pada pembentukan kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, dan akhlakul karimah agar para siswa siap menjadi generasi penerus yang beradab.
Resonansi Semangat: Pantang Menyerah Menjalani Proses
Pembina IPMJ, Istianah, S.Th.I., mengingatkan pentingnya daya tahan dalam meniti proses pembelajaran.
“Setiap keberhasilan membutuhkan proses. Yang terpenting adalah berani mencoba, mau belajar, dan terus memperbaiki diri. Singkatnya, yang tidak mau berproses tidak akan sukses,” tegasnya.
Pesan tersebut dirasakan langsung oleh Syafira, salah satu kader IPMJ. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak mudah menyerah meski menghadapi kendala. “Saya ingin selalu berproses dan terus belajar. Walaupun terkadang agak sulit, saya ingin tetap berusaha agar lebih percaya diri dan berkembang bersama teman-teman,” ungkapnya.
Melalui keberanian untuk tampil, menerima evaluasi, dan memperbaiki kekurangan, IPMJ MI Muhammadiyah 25 Surabaya membuktikan bahwa kesulitan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan pendorong utama lahirnya kader-kader yang tangguh. (Siti Islaha)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah #sekolah





