Pembukaan The 16th IDRiM Conference 2026, SMAMX Jadi Bagian Sejarah Dunia

Must read

- Advertisement -

Nusadua, wartapoint — Aula Joop Ave Politeknik Pariwisata Bali menjadi saksi dimulainya salah satu forum riset kebencanaan terbesar di dunia pada Senin (7/9/2026) pagi. Konferensi internasional The 16th International Conference of the Integrated Disaster Risk Management (IDRiM) 2026 resmi dibuka, menandai dimulainya rangkaian diskusi ilmiah yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

​Mengusung tema besar “Resilient Cities in Multi-Hazard Crises: Bridging Innovation, Implementation Science, and Grassroots Action”, forum ini berfokus pada penguatan ketahanan kota dalam menghadapi krisis multibencana melalui inovasi dan aksi berbasis masyarakat.

​Upacara pembukaan dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pakar kebencanaan tingkat dunia. Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Drs. Ida Bagus Putu Puja, S.T., M.Kes., menyampaikan sambutan selamat datang selaku tuan rumah penyelenggara. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Panitia 16th IDRiM Conference 2026, Dr. Saut Sagala, serta Prof. Irwan Meilano dari Institut Teknologi Bandung. Turut hadir dan memberikan pengarahan, Prof. Hirokazu Tatano selaku Presiden IDRiM Society, organisasi internasional yang menaungi jaringan peneliti manajemen risiko bencana global.

​Di antara ratusan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai belahan dunia, kehadiran SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) mencuri perhatian. Sekolah ini mencatatkan namanya dalam sejarah konferensi melalui dua siswa terbaiknya, Panji Tegar Wikantama dan Anas Audah. Kedua peneliti muda tersebut dijadwalkan mempresentasikan hasil kajian ilmiah mengenai kapasitas organisasi pelajar dalam manajemen bencana. Keikutsertaan mereka menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap isu kebencanaan dapat tumbuh tanpa batasan usia maupun jenjang pendidikan.

​Riset yang dipresentasikan Panji dan Anas berawal dari keresahan sederhana di lingkungan sekolah. Melalui proses kajian yang mendalam, karya tersebut berhasil lolos seleksi ketat hingga bersanding dengan riset-riset dari perguruan tinggi ternama dunia.

​Bagi Anas, kesempatan berdiri di tengah forum ilmuwan mancanegara menjadi pengalaman yang sangat berkesan. “Senang sekali bisa ada di sini, ketemu langsung sama ilmuwan-ilmuwan dari berbagai negara. Ini pengalaman yang sangat berharga, tidak semua siswa SMA punya kesempatan seperti ini,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

​Kepala SMAMX, Salim Bahrisy, menegaskan bahwa momen pembukaan ini merupakan pencapaian penting bagi institusinya dalam mendidik generasi muda yang peduli lingkungan dan tanggap bencana.

​”Hari ini bukan cuma soal dua siswa yang ikut konferensi, tapi soal bagaimana kepedulian terhadap bencana yang tumbuh dari ruang kelas, kini bertemu langsung dengan panggung ilmiah dunia. Ini yang selalu kami dorong ke siswa-siswa kami,” pungkas Salim. (Azmi/yupan)

#sekolah #muhammadiyah #beritanasional #indonesia #jawatimur

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article