
Surabaya, wartapoint – Di tengah kesibukan mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Arania Shabrina Ghassani Yusuf, siswi kelas 6-ICP SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix), sukses menorehkan prestasi gemilang di cabang olahraga panahan tingkat Jawa Timur.
Siswa kelas internasional ini berhasil menyabet Juara 1 kategori U12 Putri pada ajang Bojonegoro Online Tournament Series (BOTS) 2026. Ajang daring yang diselenggarakan oleh Fespati Bojonegoro tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Shabrina memuncaki klasemen setelah mencatatkan skor impresif sebesar 1.030.
Strategi Keseimbangan Akademik dan Minat
Capaian ini terasa makin istimewa karena diraih di tengah pemantapan materi ujian sekolah. Orang tua Shabrina, Maya, mengungkapkan bahwa pemilihan kompetisi berbasis daring merupakan langkah strategis agar kegiatan non akademik tidak mengganggu fokus belajar putrinya.
“Alasan mengikuti ajang ini salah satunya karena Shabrina sudah kelas 6 dan perlu fokus pemantapan TKA. Jadi, lokasi dan format lomba disesuaikan agar tidak menyita waktu belajar,” ujar Maya.
Maya menambahkan, panahan dan berkuda telah menjadi hobi yang amat dicintai putrinya. Menurutnya, Shabrina sempat meminta izin untuk tetap diizinkan berlatih dan bertanding secara terukur di sela-sela kepadatan jadwal sekolah.
Berprestasi di Ajang Tatap Muka
Tak hanya unggul di ruang digital, ketangkasan membidik sasaran juga dibuktikan Shabrina pada kompetisi tatap muka Wagos Archery Cup 2 di Gresik, Minggu (30/8/2026). Dalam kejuaraan tersebut, ia sukses membawa pulang gelar Juara Harapan 3 pada nomor Panahan Tradisional KU12 10 Meter Putri.
Pengalaman berlaga di dua format berbeda ini menjadi modal berharga bagi Shabrina. Olahraga panahan tak sekadar melatih akurasi, tetapi juga membentuk ketenangan, fokus, serta kedisiplinan yang berdampak positif pada pola belajarnya di kelas.
Dukungan penuh dari pihak sekolah dan keluarga menjadi kunci selarasnya potensi akademik dan non akademik. Dari papan target hingga meja belajar, Shabrina membuktikan kemampuannya membidik dua sasaran sekaligus: prestasi olahraga dan masa depan pendidikan. (Bashirun/yupan)





