Gapasdap Soroti Kemacetan Pelabuhan Ketapang: Minimnya Dermaga Penyeberangan Jadi Biang Kerok

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Kepadatan kendaraan yang memicu kemacetan di akses Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, menjadi perhatian serius Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP). Organisasi tersebut menilai penumpukan armada tersebut dipicu oleh keterbatasan jumlah dermaga penyeberangan yang beroperasi.

​Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP GAPASDAP, Rahmatika, mendesak pemerintah untuk bertindak cepat dengan membangun atau menambah fasilitas dermaga baru demi mengurai antrean kendaraan.

​”Kami dari GAPASDAP sudah memohon kepada pemerintah untuk segera dilakukan pembangunan atau penambahan dermaga,” ujar Rahmatika saat memberikan keterangan di Surabaya, Selasa (8/9/2026).

Kapasitas Muat Anjlok Akibat Penutupan Dermaga

Rahmatika menjelaskan, dalam kondisi operasional normal, Pelabuhan Ketapang didukung oleh 7 unit dermaga. Setiap harinya, sebanyak 28 kapal beroperasi secara bergantian, sementara 28 armada lainnya mengantre sesuai jadwal penyeberangan.

​Namun, kondisi lapangan saat ini mengalami gangguan karena jumlah dermaga aktif berkurang menjadi 6 unit. Satu dermaga terpaksa ditutup sementara guna menjalani proyek peningkatan kapasitas beban Movable Bridge (MB) dari 35 ton menjadi 50 ton agar dapat dilalui oleh kendaraan berat.

​Akibat penutupan satu dermaga tersebut, kapasitas daya angkut pelabuhan merosot tajam. Jumlah armada kapal yang dapat difungsikan menyusut dari 28 unit menjadi hanya 23 unit per hari, sehingga penumpukan kendaraan di area pelabuhan dan sekitarnya tak terhindarkan.

Mendesak Percepatan Perbaikan dan Pengaktifan Dermaga Cadangan

Guna mengatasi krisis arus lalu lintas tersebut, GAPASDAP meminta pemerintah mempercepat penyelesaian perbaikan dermaga yang sedang ditutup. Langkah percepatan ini dinilai krusial untuk menormalkan kembali lalu lintas penyeberangan, khususnya menjelang lonjakan arus kendaraan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

​Selain percepatan proyek, GAPASDAP memberikan sejumlah rekomendasi strategis:

  • Perencanaan Matang: Penutupan atau peningkatan fasilitas dermaga di masa mendatang harus direncanakan secara lebih matang agar tidak mengganggu operasional vital.
  • Pengaktifan Dermaga Bulusan: Pemerintah diminta mengoperasikan kembali dermaga cadangan Bulusan yang saat ini mangkrak akibat kerusakan.

“Paling tidak nanti dermaga Bulusan dapat difungsikan kalau mau menutup dermaga lain yang mau ditingkatkan. Karena rencananya dermaga MB 1, 2, dan 3 akan ditingkatkan kemampuannya dari 35 ton menjadi 50 ton,” tandas Rahmatika.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article