
Surabaya, wartapoint — Dalam upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan anak usia dini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menggelar prosesi peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 36 Surabaya, Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pendidikan Usia Dini yang Berkemajuan”, acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, pengurus, serta tokoh masyarakat setempat.
Wakil Ketua PCM Krembangan Bidang Dikdasmen dan Kesehatan, H. Sutikno, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa momentum peletakan batu pertama ini sudah lama dinantikan oleh pihak sekolah dan warga. Pembangunan kelas baru tersebut dimulai dari nol dengan memanfaatkan alokasi bantuan pemerintah secara transparan dan tepat sasaran.
”Ini momentum luar biasa yang sudah lama dinantikan oleh TK ABA 36. Momen ini bukan sekadar peletakan batu pertama secara fisik, melainkan peletakan dasar untuk menjadi lebih baik, baik dari sisi sarana bangunan maupun peningkatan kualitas pelayanannya,” ujar Sutikno.
Capaian Revitalisasi dan Alat Permainan Edukatif (APE)
Dalam keterangannya, Sutikno mengungkapkan rasa syukur atas perhatian besar pemerintah terhadap pengembangan TK ABA di wilayah Krembangan. Tahun ini, terdapat empat TK di Krembangan yang mendapatkan bantuan program revitalisasi, yaitu TK ABA 04, TK ABA 36, TK ABA 40, dan TK ABA 67.
”Alhamdulillah, tahun ini empat TK ABA di Krembangan mendapatkan revitalisasi. Khusus TK ABA 36, kita mendapatkan anggaran untuk ruang kelas baru. Struktur bangunan ini kita rancang dengan fondasi untuk dua lantai, meski pada tahap awal direalisasikan satu lantai terlebih dahulu beserta kelengkapannya,” jelas Sutikno.
Tidak hanya bantuan fisik gedung, seluruh TK ABA di wilayah Krembangan juga telah menerima bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) guna menunjang tumbuh kembang dan aktivitas belajar siswa.
Apresiasi Kepada Presiden Prabowo dan Mendikdasmen
Atas realisasi bantuan tersebut, Sutikno secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Prof. Abdul Mu’ti. Program revitalisasi ini sangat membanggakan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh lembaga pendidikan kami,” tuturnya.
Misi Sekolah Terintegrasi dan Berdirinya SMA Muhammadiyah 11
Lebih lanjut, Sutikno menegaskan bahwa penguatan PAUD/TK ini merupakan bagian dari visi besar mewujudkan Sekolah Terintegrasi di wilayah Krembangan. Menurutnya, hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar yang membutuhkan komitmen satu misi dari seluruh jajaran pengurus Muhammadiyah Krembangan.
”Harapan kita bersama adalah mewujudkan konsep Sekolah Terintegrasi. Penguatan di tingkat dasar ini menjadi pendorong utama untuk rencana berdirinya SMA Muhammadiyah 11 di Krembangan,” tegas Sutikno.
Harapan Sinergi dengan Instansi Terkait
Menutup penyampaiannya, Sutikno mengharapkan dukungan penuh dan kerja sama yang harmonis dari seluruh instansi terkait, termasuk jajaran RT, RW, hingga Kelurahan Morokrembangan, terutama dalam membantu kelancaran administrasi dan domisili sekolah. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah. (yupan)





