Diterima di Umsura, Anak Asuh LKSA Muhammadiyah Kenjeran Tanda Tangani Komitmen Kuliah dan Pengabdian

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — LKSA Muhammadiyah Kenjeran terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal keberlanjutan pendidikan anak asuh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Surat Pernyataan Kesanggupan Studi Lanjut/Kuliah, Pengelolaan Dana KIP-Kuliah (KIP-K), dan Pengabdian pada Jumat (11/9/2026).

​Kesepakatan ini ditujukan bagi M. Fahrul Pertama Putra, anak asuh LKSA Muhammadiyah Kenjeran yang resmi diterima melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Proses penandatanganan dilakukan bersama sang ibu, Syariyatun, sebagai bentuk dukungan moral agar kesempatan emas di perguruan tinggi tersebut dimanfaatkan secara optimal.

Komitmen Akademik dan Transparansi Dana KIP-K

​Dalam poin kesepakatan, Fahrul menegaskan kesiapannya untuk mengikuti proses perkuliahan secara sungguh-sungguh dan memanfaatkan dana beasiswa KIP-K sesuai peruntukan operasional pendidikan. Guna menjaga akuntabilitas, pengelolaan dana beasiswa dijalankan secara transparan di bawah pengawasan KAUR Keuangan LKSA Muhammadiyah Kenjeran.

​Kesempatan ini mendatangkan rasa haru dan bangga bagi Syariyatun yang mengaku tidak memiliki kemampuan finansial jika harus membiayai kuliah anaknya secara mandiri.

​”Saya merasa sangat terharu dan bangga dengan apa yang sudah diusahakan oleh anak saya. Kalau harus kuliah dengan biaya sendiri, saya benar-benar tidak mampu. Karena itu, kesempatan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkapnya.

Pendidikan untuk Mengangkat Derajat dan Pentingnya Pengabdian

​Kepala LKSA Muhammadiyah Kenjeran, Wasyib Tirtanang, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan dan menaikkan derajat kehidupan.

“Pendidikan adalah kunci utama dalam proses sebuah kehidupan. Karena itu, ketika anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, kesempatan tersebut harus dijalani dengan penuh kesungguhan, tanggung jawab, dan rasa syukur,” ujar Wasyib.

​Wasyib juga menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan masa studi, anak asuh diwajibkan melaksanakan pengabdian selama satu tahun di LKSA Muhammadiyah Kenjeran sebagai wujud pembentukan karakter dan kontribusi nyata.

“Setelah selesai kuliah, ada kewajiban untuk melaksanakan pengabdian di LKSA. Ini bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan bentuk rasa terima kasih atas proses pengasuhan dan dukungan yang telah diberikan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat kembali memberikan manfaat bagi lembaga dan masyarakat,” lanjutnya.

​Mengenai dana beasiswa, Wasyib menekankan pentingnya menjaga amanah dan transparansi penggunaan anggaran demi kelancaran proses akademik.

​Melalui langkah ini, LKSA Muhammadiyah Kenjeran membuktikan ikhtiar nyatanya dalam mencetak generasi unggul, mandiri, berkemajuan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kesuksesan Fahrul diharapkan dapat menjadi pemantik inspirasi bagi anak-anak asuh lainnya untuk terus meraih mimpi setinggi-tingginya. (Fu’adah/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article