
Surabaya, wartapoint — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Surabaya menggelar agenda silaturahmi sekaligus konsolidasi bersama Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Gubeng pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hangat di Hall MI Muhammadiyah 5 Surabaya ini difokuskan pada bedah regulasi dan penguatan ideologi organisasi.
Ketua PDNA Kota Surabaya, Ayunda Jihan, hadir secara langsung mengawal jalannya diskusi. Dalam pemaparannya, ia membedah peta jalan dan arah gerakan Nasyiatul Aisyiyah pasca-Muktamar agar para pengurus di tingkat cabang memiliki gambaran yang jelas dan terarah.
Fleksibilitas Program Pasca-Muktamar
Merujuk pada dokumen Keputusan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026–2030, Ayunda Jihan menjelaskan bahwa rancangan program strategis dari pimpinan pusat dirancang sangat adaptif untuk diterapkan di tingkat cabang.
- Panduan Jelas: Hasil Muktamar telah menyediakan kerangka kerja dan ragam bentuk kegiatan yang siap dieksekusi di lapangan.
- Penyesuaian Lokal: Kunci keberhasilan program cabang terletak pada penyesuaian terhadap latar belakang, potensi, dan fleksibilitas waktu para pengurus setempat.
Sinergi dan Strategi Dakwah PCNA Gubeng
Melihat profil kader PCNA Gubeng yang mayoritas berprofesi sebagai pendidik, PDNA Kota Surabaya mendorong agar program kerja dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan lembaga pendidikan serta persyarikatan Muhammadiyah/’Aisyiyah setempat. Beberapa tawaran program strategis yang dirumuskan meliputi:
- Edukasi Sekolah: Mengisi kegiatan keputrian dan pembinaan karakter Islami bagi remaja di sekolah-sekolah.
- Aksi Sosial & Dakwah: Berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gubeng untuk gerakan kemasyarakatan.
- Pemberdayaan Kader: Membuka ruang pengembangan diri serta kemandirian ekonomi bagi para perempuan muda.
Membangun Komitmen Bersama
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi santai namun produktif. Para pengurus PCNA Gubeng aktif bertukar ide serta menyusun langkah-langkah praktis demi menggerakkan roda kepengurusan ke depan.
Melalui konsolidasi ini, sinergi antara pimpinan daerah dan cabang diharapkan semakin solid dalam melahirkan gerakan perempuan muda yang progresif, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Salsabila)





