
Jakarta, wartapoint — Memasuki hari kelima operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian dan menambah unsur laut. Langkah ini diambil untuk menjangkau titik-titik yang belum tersisir guna mempercepat penemuan korban.
Guna mengoptimalkan penyisiran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak turut menerjunkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P. 211 menuju lokasi kejadian.
”KN Grantin berangkat pukul 07.00 WIB membawa 16 personel yang terdiri dari ABK dan tim penyelam berkualifikasi scuba, dengan estimasi tiba di lokasi pada pukul 00.00 dini hari. Kapal ini dilengkapi peralatan selam, kantong jenazah, obat-obatan, serta logistik,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, Kamis (17/9/2026).
Perkembangan Data Korban
Berdasarkan manifest kapal yang mencatat total 243 penumpang dan kru:
- Ditemukan Selamat: 108 orang
- Meninggal Dunia: 6 orang
- Masih Dalam Pencarian: 129 orang
Dirjen Hubla menegaskan tiga prioritas utama Kemenhub saat ini: mempercepat penanganan SAR, mendampingi keluarga korban (termasuk kepastian informasi, layanan kesehatan, dan hak santunan asuransi), serta mendukung penuh investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pengawasan Keselamatan dan Imbauan Cuaca Buruk
Menanggapi faktor keselamatan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Masyhud menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan—mulai dari docking, uji petik, pemantauan cuaca, hingga verifikasi—telah dijalankan. Namun, ia menekankan pentingnya kualitas evaluasi di lapangan.
”Semua itu harus dinilai dari kualitas pelaksanaan dan penyelesaian temuannya di lapangan, bukan hanya dari keberadaan dokumen,” tegas Masyhud.
Terkait cuaca ekstrem, Ditjen Perhubungan Laut sebelumnya telah menerbitkan Surat Imbauan Nomor UM.006/29/17/DJPL/2026 tentang Kewaspadaan Kondisi Cuaca Buruk di Laut. Nakhoda diimbau tidak memaksakan diri dan wajib mengutamakan keselamatan.
”Apabila kapal telah berlayar namun cuaca memburuk, kapal dapat berlindung ke perairan yang tenang atau ke pelabuhan terdekat,” tambahnya.
Pemerintah berkomitmen mendampingi operasi SAR hingga seluruh korban ditemukan. Bagi keluarga korban yang membutuhkan pembaruan data, posko informasi resmi telah dibuka di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Kantor SAR Kelas A Banjarmasin. (yupan)





