
Surabaya, wartapoint — Merespon lonjakan signifikan jumlah siswa baru serta komitmen memperkuat program keislaman, SD Muhammadiyah 18 Surabaya resmi merencanakan pembangunan gedung baru berlantai lima bernama Qur’anic Civilization Center (QCC). Gedung ini dirancang secara eksklusif untuk ruang kelas program tahfidz guna melahirkan generasi penghafal dan pengamal Al-Qur’an.
Proyek pembangunan gedung QCC ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pihak sekolah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mulyorejo, serta Ikatan Wali Murid. Kerja sama tersebut terjalin secara menyeluruh, mulai dari perumusan nama gedung hingga proses eksekusi pembangunan yang dilakukan secara swakelola.
Lonjakan Pesat Jumlah Siswa
Ketua PCM Mulyorejo, Najib Sulhan, menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru menjadi kebutuhan mendesak akibat perkembangan positif sekolah yang makin diminati masyarakat.
“Sejak tahun ajaran 2024/2025 ada lonjakan jumlah murid SD Muhammadiyah 18 dengan menerima 4 paralel kelas hingga 2026/2027 dengan jumlah murid mencapai 645. Memasuki tahun ajaran 2027/2028, sekolah sudah menerima 140 siswa baru atau 5 paralel kelas. Tentu pengembangan gedung menjadi sebuah keharusan,” ungkap Najib Sulhan.
Filosofi dan Konsep Pembangunan QCC
Dalam pemaparannya, Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi, mempresentasikan rencana pembangunan secara detail dan penuh antusias, termasuk filosofi penamaan gedung.
“Sebenarnya ada lima pilihan nama, namun yang disepakati adalah Qur’anic Civilization Center (QCC), yang secara harfiah bermakna ‘Pusat Peradaban Al-Qur’an’. Penggunaan singkatan QCC bertujuan untuk memudahkan penyebutan, sekaligus menegaskan status gedung ini sebagai episentrum kegiatan keislaman di SD Muhammadiyah 18 Surabaya,” jelas Ach. Barizi.
Dari sisi pendanaan, skema pembiayaan telah direncanakan secara matang dengan mengombinasikan kas internal sekolah, bantuan pemerintah, serta pinjaman perbankan yang terukur.
Koordinasi dan Tahapan Pembangunan
Saat ini, proses di lapangan telah memasuki tahap pembersihan lahan (land clearing). Pembangunan konstruksi fisik ditargetkan mulai berjalan pada awal Oktober. Adapun kepanitiaan proyek swakelola ini dipimpin langsung oleh Ketua PRM Mulyorejo, Budi Hartono.
Rekomendasi Resmi dari PDM Kota Surabaya
Rencana strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya. Setelah mendengarkan pemaparan dari tim sekolah dan PCM Mulyorejo, PDM Kota Surabaya secara resmi mengeluarkan rekomendasi restu untuk pembangunan Gedung QCC.
Ketua PDM Kota Surabaya menyampaikan rasa bangganya atas capaian SD Muhammadiyah 18 Surabaya yang mampu menjaga sinergi antarlembaga sekaligus membukukan pertumbuhan jumlah peserta didik yang terus meningkat pesat. (yupan)





