
Surabaya, wartapoint – Pembelajaran sains sejak usia dini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Hal inilah yang dihadirkan tim SD Muhammadiyah 2 Surabaya (SD Muda) melalui kegiatan eksperimen sains bertajuk “Membuat Ikan Buntal dari Balon Karet” di RA Insan Taqwa, Jalan Simorejo Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini dipandu oleh 3 guru SD Muda Lia, Naillah, dan Viki. Kedatangan tim SD Muhammadiyah 2 Surabaya disambut llangsung oleh Kepala Sekolah RA Insan Taqwa, Malihah, S.Pd.I. Dalam kegiatan tersebut, murid diajak mengenal konsep sains sederhana melalui eksperimen menggunakan balon karet, cuka, dan soda kue.
Dengan penuh antusias, anak-anak mengamati proses balon menggelembung akibat reaksi kimia antara cuka dan soda kue yang menghasilkan gas karbon dioksida. Melalui pendekatan praktik langsung, mereka belajar mengamati perubahan, mengenali hubungan sebab-akibat, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap fenomena di sekitar mereka.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, menyampaikan bahwa eksperimen sederhana dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat belajar anak sejak dini.
“Melalui kegiatan eksperimen sains yang menyenangkan, kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kemampuan observasi, dan mengenalkan konsep ilmiah kepada anak-anak dengan cara yang sederhana. Harapannya, mereka tumbuh menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, dan berani mencoba hal-hal baru,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala RA Insan Taqwa, yang disapa dengan panggilan Lia menyambut positif kegiatan kolaboratif tersebut. Menurutnya, pembelajaran berbasis eksperimen memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal sains secara konkret.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengalaman belajar anak-anak, membangkitkan semangat mereka dalam mengeksplorasi hal-hal baru, serta menumbuhkan kecintaan terhadap sains sejak usia dini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi perkembangan anak-anak,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Melalui eksperimen sederhana, anak-anak tidak hanya belajar tentang reaksi kimia, tetapi juga berlatih mengamati, bertanya, dan menemukan hal baru dengan cara yang menyenangkan.





