TURBA PCM Kenjeran ke PRM Sidotopo Wetan: Irvandy Andriansyah Ajak Perkuat Ranting, Ustadz Bahrun Tekankan Akar Akidah dan Amal Saleh

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran menggelar kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidotopo Wetan pada Kamis (15/10/2026) malam. Berlangsung di Masjid Al-Amin, Jalan Platuk Gang Langgar No. 15, Surabaya, agenda ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen dakwah di tingkat akar rumput.

​Mengusung tema “Turba Berkemajuan: Menguatkan Ranting, Menyatukan Gerakan, Memajukan Dakwah Muhammadiyah,” kegiatan ini menegaskan posisi strategis ranting sebagai ujung tombak gerakan Muhammadiyah. Ranting menjadi tempat utama pembinaan jamaah, penguatan keagamaan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat secara langsung.

​1. Penguatan Gerakan: Turba Bukan Sekadar Kunjungan Formal

​Sekretaris PCM Kenjeran, Irvandy Andriansyah, menegaskan bahwa Turba tidak boleh hanya menjadi agenda administratif atau rutinitas formalitas. Turba adalah ruang perjumpaan untuk saling mendengarkan, menyatukan langkah, dan mencari solusi atas dinamika dakwah perkotaan.

“Turba harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi, dan memastikan gerakan Muhammadiyah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kita ingin ranting semakin kuat, pengurus semakin solid, dan dakwah semakin dirasakan manfaatnya,” ujar Irvandy.

​Irvandy memaparkan beberapa poin penting untuk kemajuan ranting:

  • ​Sinergi Cabang dan Ranting: PCM bertanggung jawab dalam pembinaan dan koordinasi, sementara PRM menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
  • ​Dakwah Responsif dan KREATIF: Dakwah tidak cukup hanya lewat ceramah, melainkan melalui keteladanan, pembinaan generasi muda, penguatan keluarga, dan kepedulian sosial.
  • ​Pentingnya Kaderisasi: Keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada tumbuhnya kader baru yang berintegritas, berilmu, dan siap melayani umat.

​Ia juga menekankan slogan gerakan: “Turun menyapa, hadir menguatkan, bergerak memajukan.”

​2. Pesan Keagamaan: Perumpamaan Pohon yang Baik (Surah Ibrahim: 24–26)

​Selain konsolidasi organisasi, Turba diisi dengan ceramah keagamaan oleh Ustadz Bahrun, S.Ag. Mengutip Surah Ibrahim ayat 24–26, ia mengibaratkan gerakan Muhammadiyah seperti pohon yang baik: berakar kuat, berbatang kokoh, bercabang menjulang, dan berbuah lebat.

​Ustadz Bahrun menguraikan empat refleksi utama bagi warga dan pengurus Muhammadiyah:

​A. Akar yang Kuat (Akidah sebagai Fondasi)

​Akar melambangkan akidah yang lurus, keimanan yang kokoh, dan niat yang ikhlas. Jabatan dan aktivitas organisasi harus dilandasi niat beribadah kepada Allah SWT, bukan demi kepentingan pribadi atau pengakuan semata.

​B. Batang & Cabang yang Menjulang (Syariat dan Kedisiplinan)

​Pertumbuhan organisasi diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, kedisiplinan dalam menjalankan amanah, serta keterbukaan terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip Islam. Pengurus diajak untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan tidak cepat puas.

​C. Buah yang Bermanfaat (Amal Saleh & Pelayanan Umat)

​Keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya rapat, melainkan dari kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Pengajian harus memperbaiki akhlak, dan kegiatan sosial harus meringankan beban jamaah.

​D. Istiqamah dalam Perjuangan

​Membangun ranting yang kuat membutuhkan proses, kesabaran, dan keterlibatan semua pihak. Perbedaan pendapat dalam musyawarah adalah hal biasa yang harus disikapi dengan kedewasaan dan akhlak karimah.

​Memadukan Gerakan Organisasi dan Penguatan Spiritual

​Kegiatan Turba PCM Kenjeran ke PRM Sidotopo Wetan berhasil memadukan dua dimensi vital: penguatan struktur gerakan yang disampaikan oleh Irvandy Andriansyah dan penguatan spiritualitas yang dipaparkan oleh Ustadz Bahrun, S.Ag.

​Keduanya saling melengkapi—organisasi yang solid membutuhkan kader berakhlak mulia, dan semangat keagamaan memerlukan wadah terorganisasi agar dampaknya meluas.

​Keberhasilan Turba ini diharapkan tidak berhenti pada saat acara selesai, melainkan dilanjutkan dengan komunikasi yang intensif, program kerja yang realistis, serta aksi nyata di tengah masyarakat. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article