Kemarau Panjang, Ratusan Warga dan Siswa Muhammadiyah Wonokromo Gelar Salat Istisqa

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Menanggapi fenomena musim kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah, ratusan warga dan keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menggelar Salat Istisqa (shalat memohon hujan) berjamaah pada Kamis (22/10/2026).

​Kegiatan ibadah tersebut dipusatkan di kawasan Perguruan Muhammadiyah Gadung, Jalan Gadung III, Surabaya. Agenda ini merupakan bentuk tindak lanjut atas imbauan resmi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT.

​Diikuti Semua Elemen, Siswa TK ABA Antusias

​Suasana khidmat menyelimuti kompleks Perguruan Muhammadiyah Gadung sejak pagi hari. Salat Istisqa ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jajaran, mulai dari pimpinan cabang, warga dan simpatisan Muhammadiyah di sekitar lingkungan Gadung Wonokromo, hingga unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan.

​Uniknya, tidak hanya siswa tingkatan dasar dan menengah, para murid dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) 02 juga tampak antusias merapatkan shaf dan mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kepolosan serta kedisiplinan.

​Ikhtiar Spiritual dan Kepedulian Lingkungan

​Ketua PCM Wonokromo, Ir. H. Lukman Rahim, menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan wujud ketundukan hamba sekaligus langkah nyata dalam merespons dampak kemarau berkepanjangan yang memicu kekeringan dan ancaman krisis air.

​“Pelaksanaan Salat Istisqa hari ini merupakan tindak lanjut atas instruksi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ini adalah bentuk ikhtiar spiritual bersama dari seluruh keluarga besar Muhammadiyah Wonokromo—baik warga, simpatisan, maupun amal usaha pendidikan—untuk memohon pertolongan serta curahan rahmat hujan dari Allah SWT di tengah kondisi kemarau panjang ini,” ujarnya.

​Lukman Rahim menambahkan, pelibatan para siswa dari tingkat TK ABA 02 hingga sekolah menengah dalam ibadah ini juga bertujuan memberikan edukasi keagamaan dan menanamkan kepedulian sosial sejak dini.

“Kami ingin anak-anak belajar secara langsung bahwa ketika kita menghadapi ujian alam seperti kekeringan ini, agama mengajarkan kita untuk mendekatkan diri, memperbanyak istigfar, dan berdoa bersama. Semoga doa tulus dari seluruh jemaah, termasuk anak-anak kita, diijabah oleh Allah SWT sehingga hujan membawa berkah segera turun,” pungkanya.

​Melalui kegiatan doa bersama ini, keluarga besar PCM Wonokromo berharap dampak musim kemarau dapat segera teratasi dan kondisi lingkungan masyarakat dapat kembali membaik. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article