
Mojokerto, wartapoint — Suasana berbeda tampak di SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas). Sejak pagi hari, para siswa berkumpul dengan tas di punggung, membawa tikar, serta memperlihatkan antusiasme tinggi. Bukan untuk belajar di dalam kelas, mereka bersiap melakoni pengalaman baru melalui kegiatan perkemahan outdoor.
Sebanyak 148 siswa kelas 5 dan 6 yang terbagi dalam 16 qobilah gerakan kepanduan Hizbul Wathan mengikuti kegiatan perkemahan yang berlokasi di Wana Wisata Dlundung, Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Senin hingga Selasa (26–27/10/2026).
Rombongan siswa berangkat menuju lokasi perkemahan menggunakan kendaraan dinas Angkatan Laut dengan membawa kelengkapan logistik dan semangat belajar di alam bebas.
Setibanya di lokasi, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan perkemahan. Di tengah sejuknya udara pegunungan dan panorama alam yang hijau, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai hakikat serta makna perkemahan kepanduan.
Ketua Qobilah HW SD Mumtas M. Khoirul Anam, M.Pd.I. dalam arahannya menegaskan bahwa agenda berkemah bukan sebatas agenda menginap di tenda atau mengenakan seragam kepanduan semata. Lebih dari itu, berkemah menjadi sarana efektif dalam melatih kemandirian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, ketangguhan, hingga pembentukan akhlak mulia.
”Biasanya kalau malam tinggal mengambil bantal, menarik selimut, lalu tidur di kasur empuk. Namun malam ini, kalian belajar menyesuaikan diri dengan alam,” ujarnya.
Para peserta diajak untuk memahami bahwa setiap tantangan yang dihadapi di lapangan merupakan bagian integral dari proses pembentukan karakter. Kesulitan mendirikan tenda, mengikat tali, hingga rasa lelah saat mengikuti materi kegiatan diimbau tidak dijadikan alasan untuk menyerah, melainkan sebagai wadah melatih kerja sama tim dan menggembleng mentalitas.
Dalam pembekalan tersebut, pihak sekolah dan pembina menekankan empat pesan utama kepada seluruh peserta perkemahan:
- Penguatan Iman dan Ibadah: Padatnya dinamika kegiatan lapangan tidak boleh melalaikan kewajiban menjalankan ibadah salat, berdoa, serta bersyukur.
- Kemandirian: Peserta dilatih mengurus perlengkapan pribadi, merapikan tempat tidur, serta menyelesaikan tugas secara sigap tanpa bergantung pada instruksi berulang.
- Semangat Persaudaraan: Mengedepankan sikap saling membantu antarsesama rekan yang mengalami kesulitan, mendampingi anggota yang tertinggal, serta menghindari perilaku merendahkan.
- Kepedulian Lingkungan dan Keselamatan: Peserta diwajibkan menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak flora sekitar, serta mematuhi batas-batas area aman.
Melalui perkemahan di alam terbuka ini, SD Muhammadiyah 10 Surabaya berharap para siswa membawa pulang nilai-nilai keberanian, kedisiplinan, kemandirian, dan persaudaraan. Kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman mendasar bagi peserta didik bahwa proses kedewasaan dan pertumbuhan karakter ditempa melalui keberanian keluar dari zona nyaman. (Red)





