
Surabaya, wartapoint – Semangat belajar dan keberanian praktis ditunjukkan oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 27 Surabaya (Mimdatu). Dalam sebuah sesi praktik jurnalistik lapangan, seorang jurnalis cilik berbakat bernama Fara Iftiya Almira tampak percaya diri mewawancarai salah satu guru pengajar di sekolah tersebut, Zainul Masduki.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini tidak hanya menjadi sarana melatih keterampilan reportase sejak dini, tetapi juga menggali kisah inspiratif dari para pendidik yang mendedikasikan diri di lingkungan Mimdatu.
Mengajar dengan Hati: Pengalaman dan Kesan Pendidik
Dalam sesi wawancara interaktif tersebut, Fara mengajukan sejumlah pertanyaan lugas layaknya wartawan profesional. Saat ditanya mengenai awal mula perjalanannya di sekolah tersebut, Zainul Masduki mengungkapkan bahwa dirinya telah mendedikasikan waktu selama 4 bulan bertugas di MI Muhammadiyah 27 Surabaya sebagai pengampu mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Meski terbilang baru bergabung, Zainul mengaku merasakan atmosfer kerja yang luar biasa positif. Ia menyebut bahwa pengalamannya mengajar di Mimdatu sangat menyenangkan, asyik, dan penuh dengan kegembiraan bersama para siswa.
”Sangat menyenangkan, asyik, dan menggembirakan,” ungkap Zainul saat menceritakan kesannya mengajar di depan jurnalis cilik tersebut.
Pesan dan Motivasi untuk Generasi Muda
Menutup sesi wawancara yang penuh keakraban, Zainul memberikan pesan serta motivasi berharga bagi seluruh siswa-siswi. Ia berpesan agar anak-anak didik selalu giat belajar, pantang menyerah, serta konsisten mengejar cita-cita demi masa depan yang gemilang.
”Pesannya, giat belajar, jangan menyerah, dan capailah cita-citamu untuk masa depan,” pesannya.
Praktik wawancara ini membuktikan bahwa program ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah mampu menumbuhkan rasa percaya diri, ketrampilan komunikasi publik, serta kepekaan sosial pada diri anak-anak sejak usia dini. (Tim jurnalis cilik MIM 27 Surabaya)





