Perkuat Daya Serap Lulusan, SMK Muhammadiyah 1 Surabaya Ikuti Rakor FBKK Jatim di Madiun

Must read

- Advertisement -

Madiun, wartapoint — SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) menegaskan komitmennya dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan sekolah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) SMK Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Hotel Merdeka, Madiun, pada 30–31 Oktober 2026.

​Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah antar-Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Jawa Timur. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas layanan penempatan kerja, memperluas akses lulusan terhadap peluang kerja, serta merespons dinamika kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) secara adaptif.

​Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa keberhasilan institusi pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan proses belajar di dalam kelas, melainkan dari sejauh mana sekolah mampu mengantar lulusannya menapaki masa depan secara mandiri.

​”SMK harus mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Tugas kita bukan hanya mendidik siswa hingga lulus, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi, karakter, etos kerja, dan kesiapan penuh untuk memasuki industri maupun berwirausaha,” ujar Irvandy, Jumat (30/10/2026).

​Menurut Irvandy, perubahan lanskap kebutuhan industri menuntut lembaga pendidikan untuk terus berinovasi. Melalui penguatan BKK, layanan informasi lowongan kerja, bimbingan karier, hingga proses rekrutmen diharapkan dapat berjalan semakin efektif dan tepat sasaran bagi para alumni.

​Perluasan Jejaring dan Pemetaan Kompetensi

​Sejalan dengan hal tersebut, Ketua BKK SMK Mudisa, Arvi Irchami, S.Pd., M.M., menilai bahwa forum di Madiun ini memberikan ruang berharga bagi sekolah untuk memperkuat jejaring kemitraan dan bertukar strategi pengelolaan karier siswa.

​Ia menekankan bahwa fungsi BKK di era modern tidak sekadar menyebarkan informasi lowongan pekerjaan. Lebih dari itu, BKK harus hadir sebagai sistem pendukung yang komprehensif.

​”BKK harus menjadi jembatan nyata. Pendekatan kami mencakup pendataan alumni, pemetaan kompetensi, pembekalan kesiapan kerja, hingga pemantauan perkembangan lulusan di dunia kerja,” kata Arvi.

​Melalui penguatan jejaring ini, pihaknya optimistis angka penyerapan lulusan SMK Mudisa di industri global maupun nasional akan terus meningkat, ditopang oleh karakter siswa yang disiplin, jujur, amanah, dan berakhlakul karimah.

​Investasi Masa Depan Pendidikan Vokasi

​Keikutsertaan SMK Mudisa dalam Rakor FBKK Jatim merefleksikan pandangan bahwa pendidikan vokasi adalah investasi jangka panjang. Sinergi yang erat dengan dunia industri diyakini mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus menekan tingkat pengangguran terdidik.

​Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus dihidupkan, SMK Mudisa berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang terampil, berdaya saing global, serta siap menjawab tantangan zaman demi masa depan bangsa yang lebih baik. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article