Surabaya, wartapoint – Semangat kebersamaan terpancar kuat di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya pada Senin (30/3/2026). Mengangkat tema “Jejak Panjang Pengabdian, Membangun Kebersamaan, Meraih Kemuliaan”, agenda Halalbihalal tahun ini menjadi momentum spesial bagi keluarga besar Smamda untuk mempererat silaturahmi lintas generasi.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menyampaikan bahwa, kegiatan kali ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya acara hanya berfokus pada internal siswa dan staf aktif, tahun ini Smamda mengundang kekuatan penuh dari berbagai lini.
”Hari ini kita mencoba untuk menyatukan seluruh kekuatan. Mulai dari guru yang masih bertugas, mantan guru, mantan kepala sekolah, hingga perwakilan alumni dari berbagai angkatan,” ujarnya.

Warisan Nilai dari Para Senior
Kehadiran para mantan pimpinan dan guru senior bukan tanpa alasan. Mukhlasin menegaskan bahwa pengalaman dan nilai-nilai spiritual yang dimiliki para pendahulu merupakan fondasi penting bagi kemajuan sekolah di masa depan.
”Kami ingin ada pesan moral, pesan spiritual, dan nilai-nilai yang diwariskan dari para pendahulu kepada juniornya, terutama guru-guru muda yang sekarang sedang mengajar. Harapannya, nilai positif tersebut bisa terus dijaga dan dikembangkan,” imbuhnya.
Menerima Masukan demi Pelayanan Terbaik
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa pendidikan, Mukhlasin menyadari bahwa kualitas sekolah tidak hanya dilihat dari produk fisik, tetapi juga dari kepuasan dan dampak sosial yang dihasilkan. Oleh karena itu, masukan dari para alumni dan mantan guru sangat dinantikan.
”Kritik dan saran dari semua pihak tentang apa yang terjadi di Smamda sangat penting bagi kami. Targetnya adalah menjadikan masukan-masukan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan Smamda Surabaya ke arah yang lebih baik,” jelasnya.
Komitmen Pembelajaran Tatap Muka
Menanggapi isu efisiensi energi dan kebijakan pembelajaran pasca-kenaikan harga BBM, Mukhlasin menegaskan bahwa Smamda Surabaya tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan dengan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (luring).
Ia merujuk pada arahan tokoh pendidikan (Abdul Mu’ti) yang menekankan pentingnya interaksi langsung di sekolah. Meski demikian, pihak sekolah terus berupaya melakukan efisiensi internal yang cerdas.
”Kami mencoba melakukan efisiensi energi seoptimal mungkin, baik dari sisi operasional maupun transportasi, seminimal mungkin dampaknya terhadap lingkungan. Namun untuk pembelajaran, kami tetap luring (offline),” pungkasnya. (yupan)





