Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 3, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Jejak Panjang Pengabdian Wahyudi Indrajaya, Sosok di Balik Kemandirian Gedung Smamda Surabaya

Must read

Surabaya, wartapoint – Kehadiran Drs. H. Wahyudi Indrajaya dalam agenda Halalbihalal SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Senin (30/3/2026), membawa suasana nostalgia yang mendalam. Sosok yang menjabat sebagai Kepala Sekolah selama 15 tahun (1984–1999) ini membagikan kisah inspiratif mengenai fase krusial transformasi Smamda hingga menjadi salah satu sekolah unggulan di Jawa Timur.

​Wahyudi mengenang masa-masa awal kepemimpinannya yang penuh tantangan, terutama terkait infrastruktur pendidikan.

Era Perjuangan: Menumpang di SD Muhammadiyah

​Wahyudi menceritakan bahwa pada awal dekade 80-an, Smamda Surabaya belum memiliki gedung mandiri yang representatif seperti sekarang. Aktivitas belajar mengajar saat itu masih harus berbagi tempat dengan instansi lain.

​”Dulu kita masih menumpang di SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Pucang). Masuknya siang hari, karena paginya gedung digunakan oleh anak-anak SD,” kenang Wahyudi.

​Keterbatasan tersebut tidak mematahkan semangat pengabdian. Di bawah kepemimpinannya, target utama saat itu adalah memandirikan Smamda secara fisik agar memiliki identitas dan fasilitas yang mumpuni untuk berkembang.

Pembangunan Gedung dan Kemandirian

​Titik balik sejarah Smamda terjadi ketika sekolah mulai berhasil membangun gedung sendiri di lokasi yang ditempati saat ini. Wahyudi menjelaskan bahwa proses kepindahan dari gedung menumpang ke gedung mandiri merupakan momen yang paling berkesan dalam perjalanan pengabdiannya.

​”Alhamdulillah, di masa itu kita bisa mulai membangun dan akhirnya pindah secara penuh ke gedung sendiri. Inilah awal mula Smamda bisa bergerak lebih leluasa untuk mengejar prestasi dan kualitas,” tambahnya.

Pesan untuk Generasi Penerus

​Melihat perkembangan Smamda yang kini sangat pesat, Wahyudi mengaku bangga sekaligus menitipkan pesan penting bagi para pendidik muda. Baginya, tema “Jejak Panjang Pengabdian” adalah pengingat bahwa kejayaan hari ini adalah hasil dari kerja keras kolektif di masa lalu.

​Ia berharap semangat kemandirian dan etos kerja “pejuang” tetap dijaga oleh seluruh civitas akademika Smamda Surabaya agar terus mampu meraih kemuliaan di masa depan. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article