Surabaya, wartapoint – Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti halaman MI Muhammadiyah 25 Surabaya pada Senin (30/3/2026). Mengangkat tajuk “Halal Bihalal Ceria: Cerita Idul Fitri Kita”, kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh peserta didik untuk merayakan kemenangan spiritual setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Acara yang berlangsung tertib di bawah pengawalan Ustadzah Marlik dari staf Ismubaris ini menghadirkan Kak Fatin dan boneka Fatan dari Tim Studio Daulang. Melalui dongeng inspiratif, kuis interaktif, dan permainan edukatif, anak-anak diajak untuk kembali menyelami makna Ramadhan dengan cara yang menyenangkan.
Dongeng dan Pesan Moral tentang Kesederhanaan
Puncak keceriaan terjadi saat sesi dongeng bersama Kak Fatin dan Fatan. Melalui syair lagu “Baju Baru Alhamdulillah”, Kak Fatin menyelipkan pesan mendalam bahwa esensi Idul Fitri bukanlah pada pakaian baru, melainkan pada peningkatan ketakwaan dan sikap saling menghargai.
Tokoh boneka Fatan yang polos mengajarkan anak-anak tentang pentingnya empati dan adab ketika menghadapi teman yang tidak memiliki baju baru. Hal ini sejalan dengan antusiasme siswa seperti Hammam, Naufal Atta, dan Anggito yang dengan percaya diri menjawab kuis edukatif di depan teman-temannya.
Pesan Kepala Madrasah: Menjadi Generasi Beradab
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, menyatakan rasa syukur melihat kondisi anak didiknya yang sehat dan ceria. Beliau menekankan bahwa semangat Ramadhan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari melalui kejujuran, disiplin, dan akhlak mulia.
”Idul Fitri adalah momen untuk kembali kepada fitrah dan mempererat silaturahmi. Esensinya adalah perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik, bukan sekadar simbol fisik,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menutup Syawal dengan Maaf dan Doa
Kegiatan diakhiri dengan momen haru saat seluruh siswa dari kelas 1A hingga 6D berbaris rapi untuk bersalaman dengan para ustadz, ustadzah, dan karyawan madrasah. Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” yang menggema menciptakan suasana khidmat sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.
Salah satu siswi, Medina Okta, mengungkapkan kegembiraannya atas acara ini. Ia berharap kegiatan serupa terus diadakan karena mampu membantu siswa menggali potensi diri dalam lingkungan yang positif.
Melalui Halalbihalal Ceria ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berhasil mengubah acara seremonial menjadi ruang refleksi edukatif bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus hebat beradab. (Siti Islaha)





