Surabaya, wartapoint – SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Melalui ajang bergengsi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026, tiga tim riset sekolah ini dinyatakan lolos seleksi proposal tingkat nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata transformasi SMAMX sebagai institusi pendidikan yang progresif dan melek terhadap dunia inovasi ilmiah.
Lolosnya ketiga tim ini diumumkan pada Selasa (07/04/2026), menandai keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan budaya riset ke dalam ekosistem belajar siswa.
Dominasi di Bidang Sosial dan Teknologi
Ketiga kelompok yang berhasil menembus ketatnya persaingan nasional tersebut adalah tim HANYAKRAKUSUMA, Hawr Hungry, dan MasAnas. Secara pemetaan bidang lomba, SMAMX berhasil menunjukkan taji di dua kategori utama:
- Ilmu Sosial Humaniora, Psikologi, dan Pendidikan: Diwakili oleh dua tim.
- Matematika, Sains, Teknologi, dan Agro Komplek: Diwakili oleh satu tim.
Anas Audah, salah satu ketua tim, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. “Ini adalah tonggak sejarah bagi kami. Sebagai pengalaman pertama lolos hingga sejauh ini, tentu menjadi motivasi besar untuk terus meneliti. Kiat kami hanya tetap fokus pada esensi penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Fokus Tahap Pengambilan Data
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran guru pendamping yang secara intensif mengawal perumusan ide sejak awal. Pembina OPSI SMAMX, Azmi Izuddin, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras anak didiknya, namun ia mengingatkan bahwa perjuangan justru baru dimulai.
”Saya sangat menghargai dedikasi anak-anak dalam menyelesaikan proposal ini. Tapi perjalanan belum usai. Sekarang saatnya kita beralih fokus secara penuh ke tahap pengambilan data dan proses penelitian di lapangan agar hasilnya maksimal,” pesan Azmi.
Membentuk Jati Diri Siswa Peneliti
Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran pimpinan sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAMX, Alfianur Rizal, menegaskan bahwa prestasi ini mematahkan stigma dan menunjukkan diversitas bakat siswa.
“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMAMX tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga memiliki nalar kritis yang tajam dalam dunia akademik. Kami akan terus memfasilitasi kebutuhan riset anak-anak agar budaya meneliti ini benar-benar menjadi jati diri setiap siswa,” tegas Alfianur.
Dengan pencapaian ini, SMAMX Surabaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang mampu bersaing di level nasional, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya inovator-inovator muda dari Jawa Timur. (yupan)




