Oleh: Moch. Rizki (Sekretaris MPKSDI PCM Semampir)
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Kota Surabaya, khususnya di wilayah Semampir. Salah satu putra terbaiknya, mantan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semampir periode 2015-2022, telah berpulang ke rahmatullah pada Ahad (05/04/2026) malam.
Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam, sekaligus kekaguman atas akhir hayat yang begitu indah. Beliau menghembuskan napas terakhirnya tepat pada pukul 19.30 WIB di kediamannya, Jalan Wonokusumo Lor Gang 2 No. 4, saat tengah melaksanakan ibadah salat Isya dalam posisi sujud. Sebuah husnul khatimah yang menjadi dambaan setiap insan beriman.
Jejak Pengabdian: Dari Pemuda Hingga Pimpinan Cabang
Dedikasi beliau terhadap organisasi berlambang matahari ini bukanlah perjalanan singkat. Sejak era 90-an, beliau telah dikenal sebagai kader yang militan dan aktif di jajaran Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya. Semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) selalu terpancar melalui berbagai aksi dakwah dan pergerakan sosial yang beliau pimpin di tengah masyarakat.
Puncaknya, amanah besar sebagai Ketua PCM Semampir periode 2015-2022 dijalankannya dengan penuh integritas. Di bawah nakhoda beliau, peran Muhammadiyah di Semampir kian mengakar kuat, terutama dalam penguatan bidang pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan sosial yang berdampak luas bagi umat.
Sosok Pemimpin Sederhana yang Teguh Prinsip
Bagi mereka yang pernah bersinggungan langsung, beliau dikenal sebagai pemimpin yang sederhana namun tetap tegas dalam memegang prinsip organisasi. Kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada meja rapat, tetapi juga turun langsung menyapa persoalan warga.
”Beliau bukan sekadar pemimpin organisasi, tapi juga tempat mengadu dan mencari solusi bagi masyarakat. Sikap rendah hati dan ketulusannya menjadi teladan yang sulit dicari tandingannya.”
Melanjutkan Warisan Perjuangan
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi umat. Namun, nilai-nilai dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang telah ditanamkan serta pembinaan generasi muda yang konsisten beliau lakukan, kini menjadi warisan berharga bagi generasi penerus.
Muhammadiyah Semampir hari ini tidak hanya kehilangan seorang mantan ketua, tetapi juga kehilangan sosok ayah, guru, dan teladan perjuangan. Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan semangat pengabdiannya terus hidup dalam dada setiap kader Muhammadiyah.





