
Surabaya, wartapoint – Pelaksanaan Wisuda Tahfidzul Qur’an Angkatan Ke-VI SD Muhammadiyah 29 Five Days School Surabaya (SD Mudalan) yang berlangsung di Gedung Balai Jasa Konstruksi pada Sabtu (16/5/2026) mendapat apresiasi tinggi dari pihak dinas pendidikan. Acara ini dinilai sukses menunjukkan peningkatan mutu pendidikan karakter berbasis religi secara signifikan.
Apresiasi mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Surabaya Barat, Drs. H. Mudjoko, M.Si., yang hadir memantau jalannya prosesi wisuda. Menurutnya, capaian para siswa dalam menghafal Al-Qur’an mulai dari Juz 30, 29, 28, 1, 2, hingga Juz 3 merupakan sebuah prestasi yang sangat luar biasa.
”Kegiatan tahfidz keenam SD Muhammadiyah 29 hari ini, 16 Mei 2026, sungguh luar biasa. Terlihat sekali adanya peningkatan-peningkatan yang diraih oleh sekolah,” ungkapnya.
Lahirkan Karakter Qur’ani di Tengah Masyarakat
Lebih lanjut, Mudjoko menegaskan bahwa esensi dari hafalan Al-Qur’an ini tidak boleh berhenti pada momentum wisuda atau lingkungan sekolah saja. Ia berharap para hafiz dan hafizah cilik ini mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan tempat tinggal mereka.
”Harapannya, para hafiz dan hafizah ini bisa bergerak di masyarakat dan menularkan ilmunya. Dengan begitu, nanti akan tumbuh karakter-karakter Qur’ani di tengah-tengah masyarakat kita,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui pembiasaan yang konsisten, anak-anak diharapkan dapat belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an di mana pun dan kapan pun mereka berada. “Sehingga nilai-nilai Al-Qur’an itu bisa benar-benar membumi melalui SD Muhammadiyah 29 Surabaya,” imbuhnya.
Pesan untuk Siswa dan Pentingnya Bimbingan Orang Tua
Kepada para siswa yang telah diwisuda, Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Surabaya Barat ini berpesan agar mereka tidak cepat berpuas diri. Ia meminta para siswa untuk semakin serius, menjaga sikap rendah hati, dan tetap istikamah dalam menjaga maupun menambah hafalan mereka.
Di akhir wawancara, Mudjoko memberikan catatan penting mengenai peran vital keluarga. Keberhasilan program tahfidz yang berkelanjutan dinilai sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara sekolah dan rumah.
”Orang tua harus terus membimbing dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang mendukung hafalan Al-Qur’an anak di rumah. Dukungan penuh dari orang tua akan memastikan kemampuan anak-anak ini berkembang menjadi jauh lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya. (yupan)





