Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Mengasah Bahasa dan Keberanian lewat Irama Hip Hop di Halaman Sekolah Kreatif Baratajaya

Must read

Surabaya, wartapoint — Jam dinding menunjukkan tepat pukul 10.00 WIB ketika bel istirahat berbunyi di SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang lebih dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya, Selasa (9/6/2026). Dalam sekejap, halaman sekolah yang tergolong mungil itu langsung bertransformasi menjadi panggung ekspresi yang riuh dan penuh energi.

​Di salah satu sudut, beberapa siswa tampak asyik berlarian di area playground. Di sudut lain, sekelompok anak sibuk menggiring bola. Namun, yang paling mencuri perhatian siang itu adalah barisan siswa kelas III yang berdiri tegak memegang mikrofon, membentuk formasi, dan bersiap melantunkan bait-bait lirik berirama.

​Mereka adalah bagian dari komunitas “Hip Hop Anak Indo”, sebuah wadah ekstrakurikuler musik hip hop di sekolah tersebut. Halaman sekolah yang sederhana, lengkap dengan gazebo di sudutnya, mendadak berubah menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan mimpi-mimpi besar mereka.

​Pembelajaran Bahasa yang Kontekstual

​Setia mendampingi di samping anak-anak, Eko Wahyudi, S.Pd., selaku guru pembina, dengan cermat mengarahkan ketukan dan posisi nada anak didiknya. Bagi Eko, hip hop bukan sekadar tren musik modern, melainkan metode pembelajaran bahasa yang sangat efektif dan kontekstual.

​”Rap, atau yang banyak orang sebut sebagai ritme dan puisi, adalah seni vokal hip hop di mana seniman melantunkan lirik berirama di atas ketukan (beat). Hip hop pada dasarnya adalah bentuk puisi modern karena mengandalkan rima, metafora, dan ritme yang kuat,” ujar Eko.

​Siang itu, empat siswi kelas III—Raisya Zahia Azkayra, Nusaibah Alesha Ersavina, Alesha Khaliluna Putri, dan Adreena Shakayla Almahyra—tampil membawakan lagu dengan penuh percaya diri. Meski sesekali ada lirik yang meleset dari nada, mereka tidak patah semangat dan terus mengikuti arahan sang guru.

​Bagi Adreena Shakayla Almahyra, atau yang akrab disapa Alma, ekstrakurikuler ini menjadi ruang gembira yang ia pilih sendiri.

​”Hip hop adalah ekstrakurikuler pilihanku, dan aku senang sekali karena bisa bernyanyi bersama teman-teman,” kata Alma sembari tersenyum lebar usai latihan.

​Menstimulasi Kecerdasan Berbahasa

​Langkah inovatif ini mendapat dukungan penuh dari manajemen sekolah. Penggagas Sekolah Kreatif sekaligus Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, menegaskan bahwa sekolah harus jeli melihat berbagai media yang bisa memantik potensi siswa. Musik hip hop dinilai menjadi jembatan yang tepat untuk mengasah kemampuan komunikasi anak.

​”Empat kecerdasan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca, dan menulis) menjadi kunci keberhasilan dalam komunikasi. Ekskul hip hop ini memberikan kesempatan emas bagi siswa untuk melakukan improvisasi dalam bersyair dan berpuisi,” urai pria yang akrab disapa Babe Heru tersebut.

​Ia menambahkan bahwa ada banyak ragam cara dalam belajar bahasa, dan pendekatan kontekstual melalui musik adalah salah satu yang paling adaptif bagi dunia anak-anak.

​Ruang Ekspresi Tanpa Batas

​Pemandangan penuh keceriaan ini menjadi menu harian di Sekolah Kreatif Baratajaya. Di tengah keterbatasan lahan, sekolah ini berhasil membuktikan bahwa ukuran halaman bukanlah pembatas bagi kreativitas.

​Halaman kecil yang setiap hari diisi oleh canda tawa, latihan vokal, dan permainan bola itu kini telah menjadi saksi bisu lahirnya langkah-langkah besar. Lewat musik dan kebersamaan, para siswa tidak hanya belajar mengenali potensi diri, tetapi juga memupuk rasa percaya diri yang kuat untuk menyongsong masa depan.

(Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article