Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 15, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sambut 1 Muharram 1448 H, Santri LPIQ Attaqwa Surabaya Selami Kisah Hijrah Lewat Animasi

Must read

Surabaya, wartapoint – Suasana berbeda tampak di ruang utama Masjid Attaqwa, Jalan Pogot No. 1–3 Surabaya, Senin (15/6/2026). Para santri Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (LPIQ) Attaqwa Pogot Surabaya tampak duduk rapi dengan wajah penuh semangat. Mereka mengikuti kajian dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kajian yang menghadirkan Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, M.Pd.I., itu berlangsung meriah dan jauh dari kesan membosankan. Dengan metode BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi), anak-anak diajak menikmati kisah hijrah Rasulullah SAW melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Sebelum materi dimulai, suasana dibuat cair dengan tepuk semangat dan permainan tebak-tebakan yang mengundang tawa para santri. Keceriaan semakin terasa ketika diputar film animasi pendek tentang perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW. Mata anak-anak tertuju ke layar, menyimak setiap adegan dengan penuh antusias.

Anggota LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu kemudian mengajak peserta menyelami salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Yatsrib, yang kini dikenal sebagai Madinah.

Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, ia menceritakan bagaimana Rasulullah SAW menghadapi berbagai tantangan saat menjalankan perintah Allah. Mulai dari pengepungan rumah beliau oleh kaum Quraisy, keberanian Ali bin Abi Thalib yang menggantikan posisi Rasulullah di tempat tidur, hingga perjalanan menuju rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq sebelum bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.

Anak-anak juga diajak memahami bahwa keberhasilan hijrah bukan hanya karena mukjizat, tetapi juga karena ikhtiar yang maksimal. Rasulullah dan Abu Bakar menyusun strategi dengan sangat cermat. Abdullah bin Abu Bakar bertugas mencari informasi, sementara Asma binti Abu Bakar mengantarkan makanan ke Gua Tsur. Jejak perjalanan mereka pun disamarkan dengan bantuan penggembala kambing.

Namun, di atas segala usaha manusia, pertolongan Allah hadir dengan cara yang tak terduga. Sarang laba-laba dan burung yang berada di mulut Gua Tsur membuat para pengejar yakin bahwa tidak mungkin ada orang di dalamnya. Padahal Rasulullah SAW dan Abu Bakar berada di sana dengan selamat.

Kisah itu menjadi pelajaran berharga bagi para santri. Bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam kebaikan, Allah akan memberikan jalan keluar dan pertolongan-Nya.

Perjalanan hijrah juga mengajarkan tentang keberanian untuk berubah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik. Dari malas menjadi rajin, dari suka menunda salat menjadi lebih disiplin beribadah, dan dari enggan mengaji menjadi semakin mencintai Al-Qur’an.

Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi santri yang mampu menjawab pertanyaan seputar kisah hijrah. Tangan-tangan kecil terangkat tinggi, berebut kesempatan menjawab.

Antusiasme mereka menjadi bukti bahwa belajar sejarah Islam dapat berlangsung menyenangkan sekaligus bermakna.

Melalui kajian ini, LPIQ Attaqwa tidak hanya mengenalkan sejarah hijrah Rasulullah SAW, tetapi juga menanamkan semangat kepada generasi muda untuk terus berhijrah menuju pribadi yang lebih baik. Sebab, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, setiap perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk melangkah dan keyakinan penuh kepada Allah SWT.

(Afuw Elkhoir)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article