Boyolali, wartapoint — Suasana penuh haru dan rasa syukur menyelimuti Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (21/6/2026). Ratusan warga dan keluarga tak mampu membendung air mata saat menyambut kepulangan rombongan jamaah haji tahun 2026 asal Kecamatan Andong dan Kecamatan Kemusu.
Upacara penerimaan resmi ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari kedua wilayah sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada para jemaah yang telah selesai menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Sinergitas Kewilayahan dalam Penyambutan
Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah di lokasi acara mempertegas komitmen sinergitas dalam mengawal pelayanan masyarakat, termasuk dalam memastikan fase kepulangan jemaah haji berjalan aman.
Dalam prosesi tersebut, Komandan Koramil (Danramil) 15/Andong Kapten Inf Nuryadi diwakili oleh Bintara Urusan Dalam (Batuud) Koramil 15/Andong, Pelda Widodo, yang hadir bersama jajaran camat dan kapolsek setempat.
Acara penerimaan diawali dengan penyambutan fisik jemaah saat memasuki area gedung, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Tangis bahagia pecah ketika para jemaah akhirnya diizinkan bertemu dan berpelukan kembali dengan sanak saudara yang telah menunggu sejak pagi hari.
Menjaga Keteladanan di Tengah Masyarakat
Mewakili institusi kewilayahan, Batuud Koramil 15/Andong Pelda Widodo menyampaikan apresiasi tertinggi dan ucapan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh jemaah. Ia menekankan bahwa esensi ibadah haji harus berdampak pada transformasi sosial di lingkungan tempat tinggal sekembalinya dari Mekkah.
”Kami berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur. Lebih dari itu, kepulangan ini diharapkan mampu membawa dampak positif, di mana para jemaah dapat menjadi teladan dan motor penggerak dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan serta merawat kebersamaan di lingkungan masing-masing,” ujar Pelda Widodo, Minggu.
Perekat Silaturahmi Antar-Warga
Hingga akhir prosesi, seluruh rangkaian kegiatan penerimaan terpantau berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Pemerintah kecamatan setempat menilai, momentum penyambutan bersama ini tidak hanya sekadar ritual seremonial kedatangan formal. Lebih luas, agenda ini berfungsi menjadi wadah refleksi spiritual sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, korporasi, dan aparatur keamanan guna menjaga stabilitas kerukunan di wilayah Boyolali Utara. (Agus)





