Surabaya, wartapoint — Rangkaian acara Haflah Akhirusanah (pelepasan kelulusan) ke-26 KB-TK ‘Aisyiyah 48 Surabaya berlangsung khidmat di Palm Park Hotel Surabaya, Minggu (21/6/2026). Momentum kelulusan ini menjadi ruang refleksi penting mengenai pentingnya kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan lingkungan keluarga dalam membentuk karakter anak usia dini.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Pauddasmen) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kenjeran, Agustin. Di hadapan ratusan wali murid dan tamu undangan, ia menegaskan bahwa keberhasilan penanaman nilai pada anak tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja.
Keterbukaan Sekolah atas Evaluasi Publik
Dalam sambutannya, Agustin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para orang tua murid. Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama sekaligus energi penggerak bagi sekolah untuk terus menjaga mutu pendidikan.
Namun, kepercayaan tersebut harus diimbangi dengan sikap adaptif dan terbuka dari pihak pengelola sekolah.
“Terima kasih atas kepercayaan dari para wali murid yang telah memilih KB-TK ‘Aisyiyah 48 sebagai tempat meletakkan fondasi belajar bagi putra-putri Bapak dan Ibu sekalian. Kami sangat terbuka dan memohon saran serta masukan dari para wali murid demi kebaikan dan kemajuan kualitas pembelajaran ke depan,” ujar Agustin.
Mewujudkan Visi Pendidikan Karakter
Selain kepada orang tua, apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada kepala sekolah serta seluruh jajaran tenaga pendidik KB-TK ‘Aisyiyah 48 Surabaya. Agustin menilai, para guru telah bekerja keras mengawal visi besar persyarikatan untuk mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.
”Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah berupaya keras mewujudkan tujuan sejati dari pendidikan Muhammadiyah, yaitu membentuk generasi Islam yang sebenar-benarnya; generasi yang berakhlakul karimah, bertakwa, percaya diri, cerdas, dan sukses,” tambahnya.
Formula di Balik Anak Hebat
Lebih lanjut, Agustin menekankan bahwa kelulusan siswa pada tahun ajaran ini merupakan produk nyata dari adanya komunikasi dua arah yang harmonis. Ekosistem pendidikan yang ideal memerlukan keterlibatan aktif orang tua di rumah untuk memperkuat materi yang diajarkan ustadzah di sekolah.
“Keberhasilan siswa bisa terwujud karena adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua murid. Kita harus ingat, di balik anak yang hebat ada orang tua yang hebat, dan di balik siswa yang hebat ada ustadzah yang hebat,” tegas Agustin.
Melalui penekanan nilai-nilai kolaboratif tersebut, seluruh elemen pendidikan yang hadir diajak untuk terus mempertahankan komitmen kekompakan ini. Harapannya, para lulusan KB-TK ‘Aisyiyah 48 Surabaya memiliki kesiapan mental dan karakter yang kokoh saat melangkah ke jenjang pendidikan dasar. (Fu’adah)





