Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 24, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Menuju “Zero Complaint”, SD Muhammadiyah 16 Surabaya Perkuat Layanan Lewat Kurikulum Leader in Me

Must read

Surabaya, wartapoint – Mengakhiri Tahun Ajaran 2025/2026, SD Muhammadiyah 16 Surabaya menggelar rapat kerja (raker) tahunan dengan mengusung target besar: “Zero Complaint”. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata sekolah dalam memperkuat dan meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat Kota Surabaya.

​Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (22–24/6/2026) di Hall Lantai 3 sekolah tersebut, berfokus pada pendalaman Core 3 dalam kurikulum Leader in Me (LiM), yang kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.

​Fokus Evaluasi dan Pendalaman Materi

​Kepala Urusan Sumber Daya Insani (SDI) SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Maulana Muhammad, S.Pd., menjelaskan bahwa format raker kali ini sengaja dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan membaginya ke dalam dua tahapan strategis.

“Rapat kerja kali ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan seluruh guru dan karyawan pada Senin dan Selasa (22–23/6/2026). Adapun hari Rabu (24/6/2026) dikhususkan bagi Lighthouse Team, pimpinan sekolah, dan koordinator kelas,” ujar Maulana.

​Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., menegaskan bahwa raker ini menjadi momentum krusial untuk memantapkan arah kebijakan serta program sekolah selama satu tahun ajaran ke depan.

​Pada hari pertama, peserta fokus membedah implementasi kurikulum sekolah dan penyusunan rencana pembelajaran (lesson plan integrated approach) berbasis Leader in Me. Memasuki hari kedua, agenda bergeser pada evaluasi capaian Core 2 sekaligus penguatan materi Core 3.

​Refleksi Penerapan Tujuh Kebiasaan Efektif

​Hadir sebagai fasilitator, Koordinator Fasilitator Dunamis Education Jakarta Pusat, Nina Yuliana, mengajak 75 peserta raker untuk merefleksikan kembali pelaksanaan Core 2 yang selama ini berfokus pada integrasi The 7 Habits (Tujuh Kebiasaan Efektif) dalam proses belajar mengajar.

​Raker berjalan dinamis saat setiap kelompok mempresentasikan hasil evaluasi mereka. Berbagai diskusi sarat makna, mulai dari berbagi pengalaman, tantangan di lapangan, hingga praktik baik (best practices) yang telah berjalan setahun terakhir, menghidupkan suasana ruang rapat.

​Apresiasi pun datang dari tim Dunamis Education yang menilai adanya perkembangan signifikan dalam implementasi budaya Leader in Me di sekolah tersebut. Sesi hari kedua kemudian ditutup dengan refleksi emosional dari perwakilan tim teaching kelas III, Ahmad Zaifuddin Zuhri, S.Pd., yang menjadi pemantik semangat bagi para tenaga pendidik.

​Menjawab Tantangan Era Digital

​Sekolah yang akrab dikenal masyarakat sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya ini memang terus berbenah. Berlokasi di Jalan Baratajaya I Nomor 11 Surabaya, sekolah ini berkomitmen melahirkan inovasi yang adaptif terhadap zaman.

​Pada penutupan sesi hari kedua, anggota Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, menggarisbawahi pentingnya transformasi mental di era digital yang bergerak eksponensial. Menurutnya, kurikulum Leader in Me adalah instrumen tepat untuk menjawab tantangan tersebut.

​”Tantangan dunia pendidikan di era digital harus direspons dengan cepat. Kurikulum Leader in Me menjadi bagian penting untuk mempertegas pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang selama ini kita bangun, sekaligus mempertahankan branding Sekolah Kreatif yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan,” pungkas Heru. (Ahmad Mahmudi/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article