
Surabaya, wartapoint – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya tidak hanya dimanfaatkan untuk menyambut peserta didik baru. Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi sekolah untuk mengimplementasikan Kurikulum Leader in Me melalui keterlibatan langsung siswa dalam menyiapkan lingkungan sekolah.
Hal itu terlihat pada Senin (20/7/2026) ketika anggota Student Lighthouse Team (SLhT) bergotong royong menghias halaman sekolah. Sejak pukul 13.30 WIB, para siswa bekerja sama menata berbagai dekorasi sebagai bagian dari persiapan MPLS sekaligus menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua IPM KIDS yang juga Leader of Student Lighthouse Team, Noura Malia, mengatakan seluruh anggota terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
“Bersama teman-teman kami menghias halaman sekolah untuk memeriahkan MPLS adik-adik kelas satu. Kami ingin memberikan suasana yang menyenangkan sejak mereka pertama kali datang ke sekolah,” ujarnya.
Noura menjelaskan bahwa di Sekolah Kreatif Baratajaya, organisasi IPM KIDS dikenal sebagai Student Lighthouse Team.
“Kami menyebutnya Student Lighthouse Team karena setiap anak diajarkan menjadi pemimpin. Kami belajar mengambil tanggung jawab melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya.
Ketua Lighthouse sekaligus Kepala Urusan Sumber Daya Insani, Maulana Muhammad, ST., S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang sengaja diberikan kepada siswa.
“Hari ini anak-anak Student Lighthouse Team mengadakan kerja bakti menghias halaman sekolah. Tujuannya memang untuk memeriahkan MPLS dan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, tetapi yang lebih penting adalah mereka belajar merencanakan, bekerja sama, dan menyelesaikan tanggung jawabnya,” jelas Maulana.
Menurutnya, sekolah tidak ingin kepemimpinan hanya dipahami sebagai konsep di ruang kelas.
“Anak-anak kami beri kepercayaan untuk menentukan ide dan mengeksekusinya. Kami mendampingi, tetapi mereka yang memimpin kegiatan. Inilah yang kami sebut sebagai Student Voice, ketika pendapat siswa didengar dan diwujudkan dalam aktivitas nyata,” ungkapnya.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd, menegaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi ciri khas pembelajaran di Sekolah Kreatif Baratajaya.
“Implementasi Kurikulum Leader in Me harus terlihat dalam keseharian siswa. Mereka belajar menjadi pemimpin bukan melalui ceramah semata, tetapi melalui pengalaman langsung yang melatih tanggung jawab, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian,” tuturnya.
Ely menambahkan, setiap kegiatan sekolah dirancang agar memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengambil peran sesuai kapasitasnya.
“Ketika siswa diberi ruang untuk memimpin sebuah kegiatan, mereka belajar menghadapi tantangan, menyelesaikan persoalan, dan bekerja dalam tim. Pengalaman seperti inilah yang membentuk karakter kepemimpinan mereka sejak usia dini,” pungkasnya.
Melalui keterlibatan Student Lighthouse Team dalam persiapan MPLS, Sekolah Kreatif Baratajaya menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan budaya yang dipraktikkan dalam setiap aktivitas sekolah. (Ahmad Mahmudi)





