Surabaya, wartapoint – SMK Negeri 12 Surabaya menggelar agenda penyerahan ijazah bagi para kelulusan Tahun Pelajaran 2025–2026 pada Kamis (30/7/2026). Mengusung tema “Menjadi Pusat Unggulan dan Barometer Pendidikan Seni serta Industri Kreatif Berbasis Teknologi Digital di Indonesia”, kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang murni, transparan, dan profesional.
Kepala SMK Negeri 12 Surabaya, Lilik Majidatut Zahro, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh proses penyerahan ijazah tahun ini dilakukan secara serentak tanpa ada syarat atau biaya tambahan apa pun.
”Penyerahan ijazah tahun pelajaran 2025–2026 ini kami berikan secara serentak. Ini adalah bukti transparansi lembaga kepada masyarakat, khususnya kepada para wali murid, bahwa kami menyerahkan ijazah tanpa embel-embel apa pun, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kami kepada para orang tua,” tegasnya.
Pada tahun ajaran ini, SMKN 12 Surabaya meluluskan sebanyak 725 siswa dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen. Lilik memastikan tidak ada kendala penahanan ijazah maupun dugaan penahanan dokumen lulusan. Seluruh hak siswa diserahkan secara murni.

Terkait arah kelanjutan para lulusan, Lilik menjelaskan bahwa lulusan SMKN 12 Surabaya tersebar di berbagai sektor, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri/swasta maupun langsung terjun ke dunia kerja dan dunia industri (DUDI).
Banyak lulusan yang berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama seperti ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, Unesa, ITS, hingga UPN. “Tahun ini angka penerimaan siswa kami di jalur SNBP dan SNBT merupakan yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya maupun antar-SMK lainnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, tidak sedikit alumni yang langsung diserap industri seusai menjalani program magang di kelas 12. Kualitas praktik yang matang membuat pihak industri tanpa ragu merekrut para siswa sebelum mereka resmi lulus. Untuk menunjang hal tersebut, pihak sekolah juga memfasilitasi bimbingan belajar dan les persiapan masuk perguruan tinggi bagi siswa yang ingin melanjutkan studi.
SMK Negeri 12 Surabaya saat ini tercatat sebagai sekolah kejuruan dengan pilihan jurusan terbanyak di Indonesia, yakni 15 konsentrasi keahlian. Tingginya minat masyarakat terlihat dari kuota penerimaan siswa baru tahun ini yang mengalami overload, mencapai 850 siswa baru dari total keseluruhan siswa aktif yang berkisar 2.300-an siswa.
Berbeda dari sekolah umum, proses penerimaan siswa baru di SMKN 12 Surabaya berfokus pada Jalur Bakat Minat, mengingat sekolah ini berfokus pada vokasi seni dan industri kreatif.
”Jurusan animasi menjadi salah satu kelas unggulan kami. Selain itu, jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) saat ini terpilih sebagai kelas model. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini SMKN 12 Surabaya ditunjuk oleh Kemendikdasmen RI sebagai satu-satunya Sekolah Model berbasis TeFA (Teaching Factory) di Surabaya,” jelas Lilik.
Melalui pencapaian ini, Lilik berharap seluruh lulusan SMKN 12 Surabaya dapat langsung terserap di dunia kerja atau mandiri berwirausaha sesuai bekalan vokasi yang telah didapatkan.
”Karena kita adalah sekolah vokasi, harapan utama kami tentu lulusan bisa langsung bekerja dan siap bersaing di industri kreatif digital,” harapnya.

Sementara itu, rasa bahagia tak terbendung diungkapkan oleh Umi Maskhuriyah, orang tua dari Annur Azzahra Dek Gani, siswi kelulusan dari jurusan Kriya Kulit dan Imitasi.
Putrinya tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan kejuruan dengan baik, tetapi juga mengukir prestasi membanggakan dengan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) pada program studi Hubungan Internasional di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Umi Maskhuriyah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pendidik di SMKN 12 Surabaya yang telah membimbing putrinya selama masa studi.
”Masya Allah, luar biasa. Terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu guru SMKN 12. Belajarnya anak-anak di sini penuh perjuangan yang luar biasa, dan alhamdulillah anak saya bisa diterima di jalur SNBP program studi Hubungan Internasional UINSA,” ungkap Umi dengan nada haru.
Bagi Umi, keberhasilan sang putri menembus perguruan tinggi negeri menjadi langkah penting untuk menatap masa depan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya pendidikan tinggi di era modern agar generasi muda dapat memiliki arah yang jelas dan mampu bersaing.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak bagi anak-anak muda saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi dan keberadaan gadget harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang menunjang prestasi, bukan justru menjadi penghambat belajar.
”Di zaman sekarang pendidikan itu sangat penting agar anak-anak bisa lebih terarah dan sukses. Jangan sampai anak-anak kalah dengan gadget, justru teknologi itu harus dimanfaatkan dengan baik dan rajin belajar agar mereka tidak tertinggal,” tambahnya.
Umi menyampaikan kesan mendalam atas lingkungan belajar di SMKN 12 Surabaya yang terus mendorong kreativitas para siswanya. Ia berharap sekolah vokasi kebanggaan Jawa Timur ini dapat terus maju dan melahirkan karya-karya unggulan di masa depan.
”Harapan saya semoga SMKN 12 Surabaya semakin maju, semakin sukses, dan terus melahirkan karya-karya yang lebih luar biasa lagi. Sukses selalu untuk seluruh Bapak dan Ibu guru,” pungkasnya. (Yuda)






