Tradisi Sambut Prajurit Baru, Dandim Boyolali Tekankan Loyalitas dan Profesionalisme

Must read

- Advertisement -

Boyolali, wartapoint – Kodim 0724/Boyolali kembali menggelar tradisi penyambutan anggota baru sebagai bagian dari upaya pembinaan satuan, penanaman jiwa korsa, serta pembentukan loyalitas prajurit. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Gunawan Nurbathin, di Lapangan Apel Makodim 0724/Boyolali, Jl. Pandanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (12/8/2026).

Orientasi Wilayah dan Pengenalan Ikon Daerah

​Rangkaian tradisi diawali dengan kegiatan orientasi pengenalan wilayah di Kabupaten Boyolali. Para prajurit baru diajak menyusuri rute sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang melintasi sejumlah ikon daerah serta pusat pemerintahan.

​Beberapa titik yang dilalui meliputi Simpang Siaga, Patung Susu Tumpah, Kantor Bupati Boyolali, hingga kawasan perkantoran pemerintah daerah, sebelum akhirnya finis di Makodim 0724/Boyolali. Orientasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran geografis dan sosial wilayah tugas baru mereka.

Amanat Dandim: Adaptasi dan Penguatan Sikap Teritorial

​Dalam amanatnya, Letkol Inf Gunawan Nurbathin menegaskan pentingnya proses adaptasi yang cepat bagi seluruh prajurit yang baru bergabung. Menurutnya, rasa memiliki dan mencintai satuan harus dipupuk sejak hari pertama bertugas.

​“Tanamkan rasa memiliki, mencintai, dan bertanggung jawab terhadap satuan. Segera beradaptasi dan implementasikan kembali sikap teritorial dalam bentuk kinerja terbaik untuk masyarakat di wilayah binaan,” tegas Dandim.

​Ia menambahkan bahwa tradisi yang telah mengakar di Kodim 0724/Boyolali ini bukan sekadar seremoni formalitas. Kegiatan ini merupakan sarana pembentukan mental prajurit yang tangguh, penguat jiwa korsa, serta pemantik rasa bangga terhadap satuan.

Peran Strategis Babinsa di Lapangan

​Lebih lanjut, Dandim mengingatkan bahwa Babinsa merupakan ujung tombak TNI AD yang berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat. Oleh karena itu, para prajurit dituntut untuk peka terhadap perkembangan situasi dengan mengedepankan prinsip cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat.

​“Jadilah prajurit yang profesional dan terus berusaha menjadi lebih baik. Sebagai ujung tombak di lapangan, Babinsa harus mampu hadir dan memberikan solusi bagi masyarakat,” pesannya.

Pesan Keharmonisan Keluarga dan Bijak Bermedia Sosial

​Mengakhiri pengarahannya, Letkol Inf Gunawan Nurbathin berpesan agar seluruh anggota senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangga serta menjaga semangat kerja secara konsisten.

​Selain itu, ia memberikan penekanan khusus mengenai kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama media sosial.

​“Jaga keharmonisan keluarga, tetap semangat dalam bertugas, dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai media sosial justru merugikan diri sendiri maupun satuan,” pungkas Dandim. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article