Menjelajah Dunia Lewat Buku, Perpustakaan Keliling Menyapa Murid MI Muhammadiyah 27 Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Suasana halaman MI Muhammadiyah 27 Surabaya tampak berbeda dan dipenuhi keceriaan pada Rabu (12/8/2026). Kehadiran armada Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya sukses menarik perhatian dan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para murid.

​Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Tidak sekadar membaca, para murid juga diajak mengikuti serangkaian aktivitas interaktif, mulai dari sesi mendengarkan dongeng bermuatan nilai moral Islami hingga ulasan cerita pendek (cerpen).

​Penanggung Jawab Perpustakaan MI Muhammadiyah 27 Surabaya, Reza Rachmatika Putri Hadi, S.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendekatkan akses literasi melalui pendekatan fun learning.

​“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan akses buku berkualitas secara langsung kepada siswa melalui suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus membangun budaya membaca di madrasah,” tuturnya.

​Reza menambahkan, pembiasaan membaca pada usia sekolah dasar sangat krusial untuk mengasah daya pikir kritis, memperluas kosa kata, serta merangsang imajinasi. Aktivitas ini juga menjadi sarana positif untuk mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan pada gawai.

Antusiasme dan Keberanian Murid

​Sejak mobil perpustakaan tiba, para murid menyambutnya dengan antusias. Mereka berbaris tertib untuk memilih buku yang diminati. Keberhasilan acara semakin terlihat saat sesi dongeng dan ulasan cerpen berlangsung, di mana sejumlah murid tampil berani ke depan untuk menceritakan kembali kisah yang telah mereka dengarkan. Hal ini menangguk manfaat ganda: meningkatkan minat baca sekaligus melatih keberanian berkomunikasi.

​Keseruan tersebut dirasakan langsung oleh Junaidi Maulana Rafif, murid kelas 5A. Ia mengaku senang dapat membaca komik favoritnya, Detektif Conan, sembari memetik pelajaran berharga.

​“Seru, saya bisa membaca buku dari perpustakaan tersebut dan mendapat ilmu. Nilai yang bisa saya ambil dari komik yang saya baca yaitu jangan menjadi orang yang jelek,” ujar Junaidi. Menurutnya, kehadiran perpustakaan keliling sangat penting bagi siswa SD untuk memperluas wawasan di luar pelajaran kelas.

Komitmen Literasi Berkelanjutan

​Melalui program ini, MI Muhammadiyah 27 Surabaya berharap keterampilan literasi dan pemahaman bacaan murid dapat terus berkembang secara mandiri.

​Ke depan, pihak madrasah berencana menjadikan kunjungan perpustakaan keliling sebagai agenda berkala. Sebagai langkah penguatan, madrasah juga akan menyediakan Pojok Baca di setiap ruang kelas agar aktivitas membaca dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari murid di sekolah. (Latif/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article