
Surabaya, wartapoint – Berakhirnya masa jabatan sebagai kepala sekolah bukanlah akhir dari sebuah dedikasi dalam dunia pendidikan. Semangat itulah yang melandasi dilaksanakannya agenda silaturrahim bertajuk “Ngobrol Bersama Pak Sudar: Pengabdian Setelah Purna” yang berlangsung di Mall BG Junction Lantai 1, Surabaya, pada Jumat (4/9/2026) pukul 14.00 WIB.
Acara yang diprakarsai oleh tokoh pendidikan Muhammadiyah, Ir. Sudarusman, ini menjadi ajang konsolidasi dan penguat semangat bagi para mantan kepala sekolah serta insan pendidik di lingkungan persyarikatan. Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa purna tugas hanyalah penanda beralihnya babak kepemimpinan, sementara panggilan jiwa untuk mendidik dan mengabdi tidak akan pernah usai.
Tiga Pilar Perjuangan Setelah Purna Tugas
Sudarusman mengajak seluruh rekan seperjuangan untuk terus menjaga api semangat mendidik melalui tiga pilar utama, yakni:
- Tetap Fokus untuk Terus Berkarya: Memaknai purna tugas sebagai perluasan ruang kelas. Energi, ilmu, dan pengalaman matang para purnatugas masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas untuk melahirkan berbagai inovasi baru.
- Menjalin Rasa Persaudaraan Terhadap Sesama: Merawat ikatan silaturahmi agar saling menguatkan, serta mampu menjadi “pohon peneduh” yang menyejukkan dan menyatukan hati di manapun berada.
- Selalu Berserah Diri Kepada Allah: Menyandarkan setiap langkah perjuangan baru sebagai ladang pahala dan ketenangan yang penuh keberkahan.
Melangkah Bersama Menuju Rida Ilahi
Kegiatan yang berlangsung hangat ini diharapkan dapat menginspirasi para pendidik agar tetap melangkah tegak dan berkarya tanpa batas meski telah menyelesaikan masa jabatan formalnya. “Melalui wadah kebersamaan ini, para tokoh pendidikan Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan persyarikatan,” pungkas Sudarusman. (Cak Pri)
#pendidikan #muhammadiyah #beritanasional #jawatimur #surabaya





