
Malang, wartapoint — Sebanyak 1.700 peserta dari berbagai penjuru tanah air memadati Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Senin (21/9/2026). Kehadiran para santri dan pendamping tersebut dalam rangka menghadiri perhelatan akbar Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) 2 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Perhelatan dua tahunan yang mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi” ini resmi dibuka oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, S.IP., ditandai dengan pemukulan gong.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Kepala BPSDM Jawa Timur Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., Ketua LP2 PP Muhammadiyah Dr. H. Maskuri, M.Ed., serta jajaran pimpinan jajaran Wilayah Muhammadiyah dan Kwartir Daerah/Pusat Hizbul Wathan.
Empat Sifat Nabi Jadi Fondasi Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menyoroti pentingnya pembentukan karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai profetik. Menurutnya, karakter disiplin, mandiri, dan berprestasi yang diusung dalam KSMN 2 berakar langsung dari empat sifat wajib Rasulullah SAW.
”Meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW berarti memegang teguh sifat Shiddiq (jujur dan berintegritas), Amanah (terpercaya dan bertanggung jawab), Tabligh (komunikatif dan mencerahkan), serta Fathonah (cerdas dan visioner),” ujar sosok yang akrab disapa Abah Sanusi tersebut.
Ia menambahkan, kedisiplinan santri harus berlandaskan nilai religius, sementara kemandirian menjadi modal untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa kehilangan identitas keislamannya. Selain itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi keharusan agar prestasi yang diraih santri dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Empat Modal Utama Menuju Masa Depan
Sementara itu, Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, S.IP., mengingatkan para peserta bahwa santri hari ini adalah calon pemegang estafet kepemimpinan bangsa dan dunia di masa depan. Mengutip pepatah Arab, ‘Syababul yaum rijalul ghad’ (pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan), Izzul menekankan bahwa Muhammadiyah telah melahirkan 23 pahlawan nasional sebagai teladan perjuangan.
Ia memaparkan empat modal utama yang wajib dimiliki para kader:
- Iman dan Taqwa: Sebagai landasan spiritual yang kokoh.
- Akhlakul Karimah: Dalam setiap tindakan dan interaksi sosial.
- Penguasaan Ilmu Pengetahuan: Meneladani amanat KH Ahmad Dahlan agar kader Muhammadiyah menjadi spesialis di berbagai bidang ahli lalu kembali membina persyarikatan.
- Ketangguhan Mental dan Fisik: Agar pantang menyerah dalam menghadapi dinamika zaman.
Apresiasi Pemprov Jatim dan Konsolidasi Mutu Pesantren
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Kepala BPSDM Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., menyambut hangat seluruh kontingen di “Bumi Majapahit”. Ia mengapresiasi kontribusi 450 pesantren Muhammadiyah di Indonesia yang dinilai menjadi motor penggerak peradaban dan kemandirian ekonomi umat (pesantren nonic).
Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. H. Maskuri, M.Ed., menambahkan bahwa KSMN 2 bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpesantren serta merumuskan keunggulan komparatif pesantren Muhammadiyah.
”Kami sedang mematangkan rumusan standar mutu dan karakteristik unik Pesantren Muhammadiyah agar memiliki branding yang memadukan ketauhidan kokoh dengan kemajuan sains dan teknologi,” tegas Maskuri.
Partisipasi Antusias Lintas Provinsi
Berdasarkan data panitia, KSMN 2 diikuti oleh 1.500 santri dan 200 pendamping dari seluruh Indonesia. Tiga provinsi dengan pengiriman regu terbanyak pada edisi kali ini diduduki oleh:
- Jawa Barat: 29 regu
- Jawa Timur: 28 regu
- Sulawesi Selatan: 21 regu
Rangkaian perkemahan di Coban Rondo ini diharapkan dapat membentuk para santri menjadi kader yang religius, tangguh, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (Gus Salman/yupan)





