
Surabaya, wartapoint — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan 2026 yang dilengkapi dengan simulasi pencoblosan bagi pemilih pemula di Aula SMA Negeri 1 Surabaya, Rabu (30/9/2026) siang.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan OSIS dan MPK dari kelas 10 hingga kelas 11 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis serta literasi politik secara langsung kepada generasi muda sebelum mereka menyalurkan hak pilihnya pada pemilu mendatang.
Fokus Pelajar dan Pengalaman Pertama
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Surabaya, Subairi, menjelaskan bahwa sasaran utama dari program ini adalah para pelajar SMA yang rata-rata baru memasuki usia 17 tahun dan akan menjadi pemilih pemula. Menurutnya, pengalaman pertama sangat menentukan sikap politik pemilih muda di masa depan.
”Tujuannya mengenalkan mereka secara langsung, apa itu pemilu dan pilkada, serta bagaimana cara menggunakan hak pilihnya. Siswa tidak lagi sekadar membayangkan proses di TPS, tetapi mempraktikkannya langsung mulai dari pendaftaran, pencoblosan, hingga pelayanan pemilih disabilitas,” ujar Subairi.
Ia menambahkan, pemilihan SMA Negeri 1 Surabaya sebagai lokasi kegiatan tak lepas dari letaknya yang strategis di pusat kota serta status gedung sekolah tersebut sebagai cagar budaya yang bernilai sejarah.
Tegaskan Prinsip Demokrasi
Dalam sosialisasi tersebut, KPU menekankan pentingnya memegang teguh prinsip LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Indikator keberhasilan sosialisasi ini diukur dari meningkatnya tingkat partisipasi pemilih serta bagaimana para siswa dapat menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam ekosistem demokrasi di lingkungan sekolah.
Apresiasi Sekolah dan Diterapkan di Pemilihan OSIS
Pihak sekolah menyambut positif sinergi bersama penyelenggara pemilu ini. Perwakilan SMA Negeri 1 Surabaya, Aris Amiardi, menyampaikan bahwa sekolah memfasilitasi penuh sarana dan prasarana kegiatan dengan mengikutsertakan para pengurus OSIS periode 2026/2027 sebagai peserta utama.
”Anak-anak sangat antusias. Edukasi ini penting agar secara pengetahuan dan pengalaman mereka sudah siap dan tidak canggung saat terjun ke masyarakat. Tindak lanjut terdekat dari kegiatan ini adalah penerapan sistem pemilu pada Pemilihan Ketua OSIS, MPK, dan Bursa SMAN 1 Surabaya yang dijadwalkan pada 10 November mendatang,” jelas Aris.
Melalui simulasi ini, diharapkan para pemilih pemula tidak hanya menjadi pemilih yang aktif menekan angka golput, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menentukan masa depan bangsa.
Penulis: Revaldi Pranaja Ardhana (SMAN 1 Surabaya)





