Perkuat Komitmen Sekolah Ramah Anak, SPEMGALAS Gelar Up Grading Guru dan Karyawan Cegah Perundungan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (SPEMGALAS) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Up Grading Guru dan Karyawan bertema “Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memahami Perundungan, Kekerasan, dan Kekerasan Seksual” yang berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Kampus 1 SPEMGALAS.

​Kegiatan ini menghadirkan narasumber pakar perlindungan anak, Edward Dewaruci, yang merupakan Dewan Pembina LPA Jawa Timur sekaligus Direktur Surabaya Children Crisis Centre (SCCC).

​Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua PCM Tambaksari Ust. Suba’i Mustalim, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Tambaksari Ust. Thoyyib, serta dr. Zuhrotul Mar’ah, Anggota DPRD Kota Surabaya yang memberikan perhatian khusus terhadap upaya perlindungan anak di lingkungan sekolah.

​Pentingnya Kepekaan dan Respons Cepat Pendidik

​Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 13 Surabaya, Sofyanda, menekankan bahwa pemahaman guru mengenai perundungan dan kekerasan tidak boleh berhenti pada definisi teoritis semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata.

​”Guru perlu memahami persoalan ini agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman. Ketika guru memiliki pemahaman yang baik, mereka dapat lebih peka terhadap kondisi siswa, mengenali tanda-tanda awal, serta mengambil langkah yang tepat dan terukur ketika menemukan persoalan,” tegas Sofyanda.

​Perspektif Perlindungan Anak dan Tantangan Era Digital

​Memasuki sesi materi, Edward Dewaruci mengajak para pendidik untuk tidak melihat perundungan sekadar sebagai masalah kedisiplinan siswa, melainkan persoalan komprehensif yang berdampak langsung pada rasa aman, kepercayaan diri, dan tumbuh kembang anak.

​Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam setiap interaksi sekolah. Perkataan, candaan, atau bentuk perlakuan yang dianggap biasa oleh orang dewasa bisa jadi dirasakan berbeda oleh peserta didik.

​Selain itu, Edward juga menyoroti ancaman kekerasan di era digital (cyberbullying). Menurutnya, perundungan kini tidak hanya terjadi secara fisik di kelas, tetapi juga meluas ke ruang-ruang digital. Hal ini menuntut para guru untuk memperluas wawasan dan lebih peka terhadap dinamika siswa di luar jam sekolah.

​Diskusi Interaktif dan Kesadaran Bersama

​Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang acara. Dalam sesi diskusi interaktif, para guru dan karyawan aktif berkonsultasi mengenai penanganan kasus konkret, cara mendengarkan siswa secara empatik, hingga penetapan batasan interaksi yang sehat antara guru dan murid.

​Melalui kegiatan Up Grading ini, SPEMGALAS menegaskan bahwa menciptakan sekolah yang ramah anak merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga sekolah. Langkah ini sejalan dengan visi SPEMGALAS sebagai sekolah ramah bakat dan berorientasi pada pendidikan berkemajuan—di mana pendidik tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap perlindungan sosial dan emosional siswa.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article