
Surabaya, wartapoint – MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) terus menunjukkan perkembangannya sebagai lembaga pendidikan pilihan masyarakat. Tingginya kepercayaan wali murid dan warga sekitar Lakarsanti membuat MIM Dupan melakukan ekspansi dengan membangun gedung baru di area sekolah.
Wawancara dilakukan oleh Tim Jurnalis Cilik MIM Dupan yang terdiri dari Keinarra Adena Razky, Mukhbita Ameeralesha, dan Delisha Aulia Sharena langsung di depan area pembangunan gedung baru pada Kamis (8/10/2026).
Dalam wawancara tersebut, Kepala MIM Dupan, Rohim, M.Pd., menjelaskan alasan utama di balik pembangunan fasilitas baru tersebut.
Jawaban Atas Lonjakan Siswa Baru
Ustaz Rohim mengungkapkan bahwa minat masyarakat Lakarsanti dan sekitarnya terhadap MIM Dupan mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun ajaran 2026/2027, MIM Dupan berhasil menjaring siswa hingga membuka tiga rombongan belajar (kelas) baru.
”Animo masyarakat Lakarsanti dan sekitarnya sangat luar biasa, sehingga tahun ajaran ini kita memperoleh tiga kelas baru. Oleh karena itu, MIM 28 harus membangun untuk mengatasi kekurangan ruang kelas,” ujar Ustaz Rohim.
Fasilitas Gedung Baru
Lebih lanjut, Ustaz Rohim menjelaskan bahwa gedung baru ini dirancang tidak hanya untuk siswa MI, tetapi juga untuk menampung jenjang pendidikan anak usia dini yang berada dalam satu kompleks perguruan.
Pembangunan ini mencakup dua lokal ruang kelas utama:
1. Satu ruang kelas diperuntukkan bagi peningkatan fasilitas kelas baru di MIM 28 Surabaya.
2. Satu ruang kelas diperuntukkan bagi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 75 Surabaya.
Target Peluncuran dan Penggunaan
Gedung baru ini ditargetkan selesai dan dapat diluncurkan pada awal November 2026. Rencananya, fasilitas di lantai bawah gedung baru ini akan diperuntukkan bagi siswa kelas 1 yang saat ini masih menempati ruang di lantai 2.
”Insyaallah gedung ini akan kita launching di awal November dan sudah bisa ditempati, khususnya untuk anak-anak siswa baru kelas 1. Paling lambat pada semester kedua mereka sudah bisa menempati lantai bawah,” jelasnya.
Harapan dan Rasa Syukur
Melihat perkembangan sekolah yang dipimpinnya selama hampir satu periode (4 tahun) terakhir, Ustaz Rohim menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.
”Alhamdulillah, dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun, MIM 28 Surabaya semakin dipercaya oleh masyarakat. Ustaz merasa bangga dan senang bisa merencanakan serta mengevaluasi perkembangan sekolah ini dengan baik, mulai dari perbaikan sarana prasarana hingga penambahan jumlah murid,” tuturnya.
Kegiatan wawancara diakhiri dengan doa dari tim jurnalis cilik agar proses pembangunan berjalan lancar serta MIM Dupan semakin maju dan berprestasi. (Tim jurnalis cilik MI Muhammadiyah 28 Surabaya)





