
Surabaya, wartapoint – Sebanyak 59 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memadati ruang perkuliahan di lantai 17. Tepat pukul 08.00 WIB, mereka menyimak pemaparan dari dosen Bahasa Indonesia sekaligus penulis nasional, Najib Sulhan.
Dalam kesempatan tersebut, Najib menegaskan bahwa esensi menulis jauh melampaui sekadar menyusun kalimat di atas kertas. Menurut penulis yang telah menerbitkan 90 judul buku di 12 penerbit nasional ini, menulis merupakan upaya nyata untuk merekam sejarah diri.
”Menulis itu tidak sekadar merangkai kata, tetapi mengabadikan waktu. Hari ini, besok, dan untuk selamanya penulis itu masih ada. Bahkan tulisan itu bisa menjadi cahaya,” ujar Najib di hadapan para mahasiswa.
Empat Alasan Utama Harus Menulis Buku
Guna memantik semangat mahasiswa, Najib memaparkan empat dorongan utama yang perlu dimiliki seorang penulis:
- Bentuk Perintah dan Rasa Syukur: Menulis adalah wujud syukur atas apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan melalui transformasi pengetahuan.
- Meneladani Jejak Ilmuwan: Para ilmuwan besar senantiasa meninggalkan jejak karya tulis untuk mengabadikan nama serta menyebarkan manfaat ilmu.
- Penguatan Kepercayaan Diri: Buku menjadi bukti nyata atas kemampuan seseorang dalam mengelola dan menyebarkan ilmu pengetahuan.
- Pendapatan Pasif (Passive Income): Melalui karya yang diterbitkan, seorang penulis berpotensi terus menerima royalti secara berkelanjutan dari satu karya yang diselesaikannya.
Mendobrak Hambatan dan Memulai Langkah Menulis
Meski memiliki banyak manfaat, Najib tidak menampik bahwa tantangan menulis sering kali datang dari dalam diri sendiri. Ia menekankan pentingnya mendobrak rasa takut, kurang percaya diri, serta kebiasaan menunda atau meremehkan ide.
Untuk mengatasinya, ia menyarankan agar penulis fokus menyelesaikan draf awal terlebih dahulu tanpa terburu-buru melakukan koreksi ulang atau terbelenggu oleh aturan yang kaku. kunci utamanya terletak pada manajemen waktu dan konsistensi.
Sebagai penutup kuliah, Najib menggarisbawahi lima langkah praktis bagi pemula yang ingin belajar menulis secara profesional:
- Menanamkan motivasi dan kemauan kuat dari dalam diri.
- Menumbuhkan rasa senang agar proses menulis tidak terasa sebagai beban.
- Membiasakan diri membuat catatan harian untuk mengikat ide.
- Meluangkan waktu khusus secara konsisten (istiqomah).
- Keberanian untuk langsung mencoba dan mulai menulis.





