Jurnalis Cilik MIM Dupan Surabaya Praktik Wawancara tentang Pengenalan Jurnalistik

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Para siswa yang tergabung dalam kegiatan jurnalis cilik terlihat antusias mempraktikkan keterampilan meliput berita secara langsung di dalam kelas 1A Abu Bakar Ash Shiddiq MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan), pada Kamis (15/10/2026).

​Dengan mengenakan seragam Kepanduan Hizbul Wathan (HW), salah satu jurnalis cilik, Hanifa Syakila Farzana, bertindak sebagai reporter. Ia memegang smartphone sebagai perekam suara sembari mewawancarai dua rekan sesama jurnalis cilik, Azka Yasmin dan Safira Putri Maharani. Wawancara tersebut membahas topik penting mengenai pengenalan dunia jurnalistik bagi anak-anak.

​Dalam wawancara tersebut, mereka mendiskusikan bahwa jurnalistik adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak-anak dalam menulis, mengobservasi, serta mengkomunikasikan informasi dengan cara yang menarik dan efektif.

​Tujuan dan Kegiatan Utama Jurnalistik Anak

​Di sela-sela wawancara, Hanifa bertanya mengenai tujuan serta aktivitas apa saja yang biasa dilakukan dalam jurnalistik cilik. Berdasarkan materi yang mereka pelajari, ada tiga tujuan utama dari kegiatan ini, yakni:

  1. ​Mengembangkan Kemampuan Menulis: Membantu anak-anak menyajikan tulisan secara efektif dan menarik.
  2. ​Meningkatkan Kemampuan Observasi: Melatih ketajaman pengamatan terhadap peristiwa dan lingkungan sekitar.
  3. ​Mengembangkan Kemampuan Komunikasi: Melatih keberanian dan kecakapan berinteraksi dengan orang lain.

​Adapun bentuk kegiatan jurnalistik yang dapat dilakukan oleh para siswa sekolah dasar meliputi:

  • ​Menulis Artikel: Mengangkat tema menarik seputar kehidupan sekolah, olahraga, hingga hobi.
  • ​Membuat Laporan: Menyusun catatan atau ringkasan dari kegiatan ekstrakurikuler dan acara penting sekolah.
  • ​Mengambil Foto: Mendokumentasikan momen-momen berharga dalam setiap kegiatan sekolah.

​Manfaat Bagi Tumbuh Tumbuh Kembang Siswa

​Melalui sesi tanya jawab interaktif tersebut, Safira dan Azka mengungkapkan bahwa menjadi jurnalis cilik memberikan banyak manfaat positif. Selain meningkatkan kreativitas dan imajinasi, kegiatan ini turut melatih pola berpikir kritis dan analitis sejak usia muda.

​Tidak kalah penting, praktik langsung seperti wawancara lapangan mampu menggembleng rasa percaya diri siswa saat menyampaikan gagasan dan berbicara di depan umum.

​Praktik wawancara di kelas 1A Abu Bakar Ash Shiddiq ini menjadi bukti nyata bagaimana kegiatan jurnalistik di MIM Dupan Surabaya dapat menjadi wadah yang menyenangkan bagi para siswa untuk belajar menulis, mengamati, dan berkomunikasi dengan lebih baik. (Tim jurnalis cilik MI Muhammadiyah 28 Surabaya)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article