
Surabaya, wartapoint — Sebanyak siswa kelas sembilan program Bilingual Class SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya bersiap menimba ilmu di kancah internasional. Para delegasi pelajar tersebut dijadwalkan mengikuti rangkaian Students Immersion Program ke Malaysia dan Singapura pada 8 hingga 11 November 2026.
Pelepasan para siswa berlangsung secara khidmat di lingkungan sekolah pada Jumat (6/11/2026). Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik otentik sekaligus melatih kemandirian siswa di lingkungan global.
Menjajal Kelas Internasional di Malaysia
Selama berada di Malaysia, para siswa diproyeksikan mengikuti proses pembelajaran langsung di International Islamic School Malaysia (IISM). Mereka akan berbaur di dalam kelas bersama pelajar dari berbagai negara.
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Banjar, optimistis program ini dapat mengasah keterampilan berbahasa asing dan komunikasi lintas budaya para siswa.
”Anak-anak akan benar-benar belajar di dalam kelas internasional tersebut, melakukan praktik nyata berkomunikasi, dan merasakan langsung atmosfer belajar di sekolah internasional bersama siswa-siswi dari berbagai negara,” ujar Banjar.
Eksplorasi Kampus Terbaik Asia di Singapura
Usai menyelesaikan agenda di Malaysia, rombongan akan melanjutkan kegiatan ke Singapura untuk mengunjungi National University of Singapore (NUS). Kampus ini dikenal sebagai perguruan tinggi terkemuka yang menduduki peringkat pertama di Asia.
Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Sofyanda Atmaja, menjelaskan bahwa kunjungan ke NUS bertujuan memperluas wawasan akademik siswa sejak dini.
”Di kampus tersebut, mereka akan melakukan sharing dengan dua dosen dan mahasiswa di sana. Setelah itu, mereka langsung melakukan campus tour untuk melihat fasilitas pendidikan kelas dunia,” jelas Sofyanda.
Dorongan Adaptasi Global
Dukungan moral juga mengalir dari jajaran pimpinan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran. Wakil Ketua PCM Kenjeran Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Jatim, mengingatkan para siswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
”Jadikan kesempatan emas ini sebagai wadah untuk memperluas cakrawala pemikiran dan membuktikan bahwa pelajar Muhammadiyah mampu beradaptasi serta bersaing di kancah global,” tegas Jatim.
Dukungan senada disampaikan secara daring oleh Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, dan Sekretaris PCM Kenjeran, Irvandy Andriansyah. Keduanya berpesan agar para siswa terus menjaga nama baik almamater serta menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya selama menjalani studi lapangan di luar negeri.
Penulis: Didik Hermawan
Editor: yupan





