Surabaya, wartapoint – Aula Anwar Zein Gedung Putra 1 SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya bergemuruh dengan energi positif pada Jumat (13/03). Ratusan siswa berkumpul bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan, melainkan untuk mengikuti Darul Arqam Ramadhan 2026 yang membawa misi besar: membedah isu sosial remaja masa kini.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Darul Arqam kali ini tampil lebih berani. Fokus kajian tidak hanya menyentuh aspek spiritualitas normatif, tetapi juga membedah fenomena panas yang membayangi dunia remaja, mulai dari pergaulan bebas, bahaya radikalisme, hingga isu perundungan (bullying) yang kian marak.
Kesalehan yang Menghasilkan Ketahanan Mental
Hadir sebagai pemateri, Ustadz Andi Hariyadi menekankan bahwa indikator kesalehan seorang pelajar tidak hanya dilihat dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari kekuatan mental dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan.
“Pelajar harus memiliki ketahanan mental dan kekuatan niat dalam melawan keburukan. Selain itu, kalian wajib terus belajar dan memiliki wawasan global sebagai langkah nyata menuju masa depan,” tegas Ustadz Andi.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya ekosistem pertemanan yang sehat. Menurutnya, sahabat sejati adalah mereka yang konsisten menerapkan prinsip Amar Ma’ruf Nahi Mungkar—saling mengajak pada kebaikan dan berani menjauhi segala bentuk kekerasan maupun tindak kriminal.
Momen Inklusif: Suara dari Fathir Muhammad
Suasana kajian menjadi sangat menyentuh dan inklusif saat memasuki sesi tanya jawab. Fathir Muhammad, seorang siswa disabilitas, mencuri perhatian seluruh audiens melalui antusiasmenya yang luar biasa.
Tanpa ragu, Fathir melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai strategi konkret untuk menangkal paham radikalisme dan cara efektif memutus rantai perundungan di lingkungan sekolah. Keaktifan Fathir menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Menjadi Agen Perubahan
Kehadiran siswa seperti Fathir memberikan warna tersendiri bagi semangat toleransi yang sedang dibangun di SMAMX. Darul Arqam ini diharapkan menjadi “Kawah Candradimuka”—tempat penggodokan karakter agar para siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen perubahan.
Melalui kegiatan ini, SMAMX Surabaya berharap para siswanya berani mengekspresikan nilai-nilai positif dan menjadi garda terdepan dalam menebar kebaikan serta toleransi di kehidupan sehari-hari. (Fahmi Aziz)






